Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan wacana penghapusan program studi (prodi) yang dinilai over supply dan kurang relevan dengan industri. Bagaimana dengan prodi-prodi yang ada di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN)?
Menjawab hal ini, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof Abd Aziz mengatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan prodi sejak pelaksanaan jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) 2026. Pemetaan itu menghasilkan data prodi mana saja yang diminati maupun sebaliknya.
"Kami sampaikan berdasarkan pada jalur SPAN kemarin, kita sudah mempunyai beberapa prodi, mana-mana saja prodi yang diminati, tidak diminati, cukup diminati, sangat diminati, kita sudah mempunyai pemetaannya," ujar Aziz dalam acara Konferensi Pers Pendaftaran UM-PTKIN 2026 di The Grand Platinum Hotel Jakarta, Rabu (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Non PTN-BH Tak Bisa Buka-Tutup Prodi
Lebih lanjut Aziz menjelaskan, PTKIN sampai saat ini belum bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbasis Hukum (PTN-BH). Dengan begitu, PTKIN tidak bisa sembarangan membuka dan menutup prodi.
Hasil pemetaan prodi oleh panitia SPAN-UM PTKIN akan diserahkan secara berjenjang kepada pimpinan di Kementerian Agama (Kemenag) hingga Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar. Setelah didiskusikan lebih lanjut, barulah Kemenag akan menyampaikan keputusannya.
"PTNBH itu bisa buka tutup ya, tapi kalau kami memang harus ini koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Agama atau pimpinan yang ada di Kementerian Agama," paparnya.
Prodi Tidak Dihapus, Tawarkan Beasiswa
Aziz mengakui ada prodi-prodi di PTKIN yang semakin kurang diminati, salah satunya Ilmu Hadis. Namun, Aziz tidak menutup kemungkinan bila prodi tersebut diminati di daerah lain.
"Di perguruan tinggi mungkin di Jakarta diminati, di daerah lain tidak, dan lain sebagainya. Tapi memang ada yang kayak begitu itu," ucap Aziz.
Melihat keadaan ini, PTKIN tidak melakukan penutupan prodi, melainkan mengupayakan cara lain. Salah satu upayanya adalah memberikan beasiswa kepada calon atau mahasiswa.
"Memang ada upaya untuk kita tawarkan, sambil juga ini kita juga memberikan beasiswa kepada mereka, prodi-prodi yang kita istilahkan, apa ya, langka peminat atau kayak gimana itu, kita berikan beasiswa," kata Aziz lagi.
(det/twu)











































