China Buka 38 Jurusan Kuliah Baru di 2026, Ada Banyak Bidang STEM

ADVERTISEMENT

China Buka 38 Jurusan Kuliah Baru di 2026, Ada Banyak Bidang STEM

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 30 Apr 2026 16:00 WIB
Tsinghua University, China menempati peringkat 16 di THE World University Rankings 2022.
Tsinghua University, China. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta -

Kementerian Pendidikan China resmi merilis daftar jurusan sarjana (S1) baru dengan tambahan 38 jurusan baru. Pilihan studi ini disiapkan untuk menyambut calon mahasiswa pada ujian masuk perguruan tinggi nasional atau Gaokao 2026.

Diketahui, daftar jurusan terbaru ini mencakup total 883 jurusan yang tersebar di 92 bidang studi. Fokus utamanya adalah memperkuat integrasi antara pendidikan tinggi dengan inovasi teknologi, seperti kecerdasan buatan (Al), robotika, hingga teknologi masa depan lainnya.

Nah, apa saja daftar jurusan baru yang akan dibuka di China pada 2026? Simak informasinya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jurusan Baru di China Tahun 2026

Dikutip dari Global Times, beberapa jurusan baru yang bisa dipilih saat Gaokao 2026 misalnya:

  • S1 energy science and engineering (ilmu dan teknik energi)
  • S1 deep underground science and engineering (ilmu dan teknik bawah tanah)
  • S1 integrated transportation and energy engineering (teknik energi dan transportasi terintegrasi)
  • S1 agricultural robotics (robotika pertanian)
  • S1 biomanufacturing (biomanufaktur)
  • S1 brain-computer science and technology (ilmu dan teknologi komputer otak)
  • S1 embodied intelligence (kecerdasan terwujud).

Latar Belakang Penambahan Jurusan Baru

Peneliti di National Institute of Education Sciences, Chu Zhaohui, menjelaskan pengenalan jurusan-jurusan baru ini merupakan langkah visioner. Tujuannya adalah untuk melayani strategi nasional dan mengikuti tren ekonomi serta teknologi yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

"Dari perspektif pendidikan tinggi, sistem di China memiliki skala yang sangat besar, dan pengenalan disiplin ilmu baru ini mewakili penyesuaian struktural di dalam sistem tersebut," ujar Zhaohui, dikutip dari Global Times, ditulis Kamis (30/4/2026).

Zhaohui menambahkan selama ini sistem akademik secara keseluruhan sempat tertinggal dari perkembangan industri dan kemajuan teknologi China yang sangat pesat.

"Menambahkan jurusan-jurusan baru ini merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan dan memperbarui sistem pendidikan tinggi," lanjutnya.

Salah satu poin menonjol dalam penambahan ini adalah percepatan pembentukan jurusan yang dianggap mendesak secara strategis. Kementerian Pendidikan mendorong sembilan universitas terkemuka, termasuk Harbin Institute of Technology dan Beihang University, untuk meluncurkan program studi baru yakni embodied intelligence.

Program ini bertujuan untuk mempromosikan integrasi mendalam antara kecerdasan buatan (Al) generasi terbaru dengan ekonomi riil. Dengan adanya jurusan ini, diharapkan lulusannya mampu memberdayakan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi melalui penguasaan teknologi Al yang mumpuni.

Visi Pemimpin Al Dunia 2030

Langkah besar ini sejalan dengan rencana Dewan Negara China yang merilis New Generation Artificial Intelligence Development Plan. Rencana tersebut menargetkan China menjadi pusat inovasi Al terkemuka di dunia pada 2030.

Sebagai langkah awal, pada tahun 2024, universitas papan atas seperti Tsinghua University dan Shanghai Jiao Tong University telah mendirikan fakultas khusus Al. Mereka juga meluncurkan kurikulum Al umum untuk meningkatkan literasi digital bagi seluruh mahasiswa baru.

Tak hanya di perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan China juga meluncurkan rencana aksi "Al Empowering Education" pada 10 April lalu. Dalam rencana ini, Al akan dimasukkan ke dalam ujian sertifikasi guru dan memperluas pendidikan Al hingga ke sekolah dasar dan menengah.

Penulis adalah pesert MagangHub Kemnaker di detikcom.



(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads