Komisi X DPR RI merespons adanya wacana penghapusan program studi atau jurusan kuliah yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri. Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian menuntut adanya kajian yang mendalam dengan mempertimbangkan berbagai dampaknya. Ia juga meminta agar kebijakan tersebut merupakan bentuk keputusan yang bersifat jangka pendek saja.
Senada dengan Hetifah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan jika pemerintah tidak bisa menutup prodi-prodi yang saat ini tidak relevan, sebab menurutnya pemerintah juga tidak memiliki kapasitas untuk memprediksi perkembangan industri baik skala nasional maupun global.
"Pertumbuhan industri sangat dinamis. Pemerintah sendiri belum tentu bisa memprediksi industri apa yang akan muncul ke depan," kata Lalu, dikutip dari detikEdu, Selasa (28/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Lalu mengungkapkan jika jurusan yang dinilai tidak relevan di Indonesia mungkin justru dibutuhkan di luar negeri. Artinya, dia menegaskan, negaralah yang belum bisa menyediakan lapangan kerja bagi jurusan-jurusan tersebut.
"Bisa saja suatu prodi masih relevan dengan industri di luar negeri, tetapi industrinya belum berkembang di Indonesia. Dalam kondisi seperti itu, bukan prodinya yang tidak relevan, melainkan kita yang belum mampu menciptakan ekosistem industrinya," lanjut Lalu.
Sebelumnya, wacana penutupan jurusan-jurusan yang tidak relevan lagi dengan perkembangan industri tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 disiarkan dari YouTube Kemendukbangga, Senin (27/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengatakan jika hal ini dilakukan untuk mencapai target industri strategis.
Badri kemudian menyebutkan beberapa jurusan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri strategis. Jurusan-jurusan tersebut antara lain kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim.
"Cara bagaimana? Program studinya yang disesuaikan. Program studinya yang perlu dikembangkan untuk prodi-prodi baru yang sesuai dengan delapan industri strategi tadi," kata Badri.
Bagaimana perkembangan polemik ini? Bagaimana sikap perguruan tinggi menanggapi wacana tersebut? Simak diskusinya dalam detikSore!
Menuju Bali, detikSore akan mengulas temuan tentang penyekapan puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang diduga menjadi korban penyekapan dan dijadikan operator penipuan daring. Puluhan WNA tersebut disekap di sebuah guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta, Badung.
Temuan sejumlah 26 WNA dan 1 WNI ini berawal dari Informasi yang diberikan oleh Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Dari hasil penggerebekan, selain menahan puluhan orang, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di antaranya puluhan handphone, laptop, tablet, perangkat internet, serta atribut menyerupai instansi penegak hukum luar negeri.
Bagaimana kabar terbaru atas temuan ini? Berapa lama operasi ini berjalan? Simak laporan Jurnalis detikBali selengkapnya.
Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 telah selesai digelar. Leg pertama semifinal Liga Champions dibuka pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Duel Paris Saint-Germain (PSG) lawan Bayern Munich di Parc des Princes benar-benar memanjakan para penikmat sepakbola. Total 9 gol tercipta sepanjang 2x45 menit dengan kemenangan 5-4 Les Parisiens terhadap The Bavarians.
Bergeser ke pertandingan yang baru saja terjadi dini hari tadi, Kamis (30/4) WIB. Atletico Madrid menjamu Arsenal di Stadion Metropolitano. Berbanding terbalik dengan duel PSG vs Bayern, laga ini berakhir dengan skor imbang 1-1. Semua gol tersebut tercetak dari titik putih. The Gunners unggul lebih dulu lewat gol penalti Viktor Gyokeres sedangkan Atletico Madrid membalas dengan gol penalti Julian Alvarez.
Penikmat sepakbola di seluruh dunia memuji pertandingan antara PSG vs Bayern karena dianggap menghibur dan seru. Mereka juga sudah berekspektasi jika pertandingan Arsenal vs Atletico tidak akan banyak gol karena kedua tim adalah penganut "haram ball". Lalu, seperti apa hasil leg pertama mempengaruhi pertandingan di leg kedua nanti? Tim mana yang berpeluang besar lolos ke final? Simak obrolannya dalam segmen D'Hattrick!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"











































