Karangan bunga biasanya diberikan kepada seseorang untuk mengucapkan selamat. Seperti pada momen wisuda, sidang atau pernikahan.
Saat ini, Universitas Diponegoro (Undip) mulai melarang keluarga, teman atau kerabat untuk membawa karangan bunga ke acara wisuda yang digelar Undip. Hal ini sebagai bentuk komitmen Undip menjaga lingkungan.
"Mulai sekarang, karangan bunga tidak diperbolehkan dibawa ke wisuda," kata unggahan Instagram @udid.undip dikutip Minggu (26/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karangan Bunga Hasilkan Tumpukan Sampah
Undip menjelaskan, karangan bunga dalam wisuda dapat menghasilkan ratusan kilogram sampah. Bahkan jumlah tersebut dihitung hanya dalam satu hari.
Dalam waktu beberapa jam saja, sampah yang dihasilkan karangan bunga bisa mencapai ribuan kilogram. Kebijakan ini bukan sekadar larangan.
Undip telah menetapkan kewajiban seluruh warga kampus untuk melakukan pengurangan sampah. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2024.
Keluarga Bisa Bawa Tanaman Hias-Pohon
Sebagai ganti karangan bunga, Undip mengizinkan keluarga atau kerabat untuk mengirim tanaman hidup, contohnya tanaman hias atau pohon buah.
Tanaman dinilai lebih ramah lingkungan dan mempunyai harga yang lebih terjangkau. Selain itu, tanaman nilainya jauh lebih personal dibandingkan karangan bunga.
Kampus-kampus yang Larang Karangan Bunga
Selain Undip, ternyata kampus-kampus ini juga telah melarang penggunaan karangan bunga saat momen wisuda, sidang, dan sebagainya:
1. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
2. Universitas Brawijaya (UB)
3. Universitas Padjdjaran (Unpad)
4. Universitas Sebelas Maret (UNS)
5. Universitas Airlangga (Unair)
6. Universitas Lampung (Unila)
7. Universitas Nurul Huda.
Bagaimana detikers, apakah kampus kalian juga punya larangan yang sama?
(cyu/nah)











































