Masuk 200 Besar Kampus Dunia, UI Siap Gandeng dan Gendong PTN-PTS RI

ADVERTISEMENT

Masuk 200 Besar Kampus Dunia, UI Siap Gandeng dan Gendong PTN-PTS RI

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Senin, 13 Apr 2026 20:48 WIB
Kasus Grup Chat Mahasiswa FH, Rektor UI: Kita Lawan Kekerasan Seksual
Foto: detikEdu
Jakarta -

Universitas Indonesia (UI) masuk peringkat 200 besar kampus dunia. UI pun siap menggandeng dan menggendong kampus negeri dan swasta untuk maju bersama-sama.

"Seperti UI digendong universitas lain yang lebih bagus di luar negeri, UI juga bersedia menggendong berbagai universitas lainnya di Indonesia supaya meningkat. Ada 4 ribu lebih universitas (di Indonesia), ada begitu banyak," ujar Rektor UI Prof Heri Hermansyah pada Acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Salah satu caranya, adalah dengan membuka baik double degree dan joint degree dengan universitas baik di luar negeri dan dalam negeri. UI sendiri, urai Heri, sudah memiliki pengalaman panjang membuka program internasional double degree dengan universitas di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UI memulai dari tahun 1999. Tahun 2001 program itu sudah berjalan. Artinya sudah 25 tahun. Nah, selama ini kita bekerjasama dengan luar negeri. Dengan universitas yang kualitasnya jauh di atas Universitas Indonesia. Misal UI bekerjasama dengan University of Melbourne. Misal UI ranking 189. Mereka ranking 14. Hakikatnya saat kita bekerjasama dengan universitas di luar negeri, kita digendong," imbuh Heri.

ADVERTISEMENT

Kerja sama semacam ini kemudian membuat kualitas pendidikan UI semakin meningkat dari sisi kualitas, baik kualitas pengajaran, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, kualitas lulusan. Sehingga kemudian mereka bisa berada pada tahap bisa berkompetisi di level global.

"Nah, selanjutnya tadi, kita tidak bisa hanya digendong naik kualitas sendirian bekerja sama dengan luar negeri. Kemudian juga kita harus melihat beberapa universitas lain yang ada di dalam negeri. Dan kemudian kita bisa melakukan program yang sama. Misal double degree. Nah, ini juga bisa jadi pionir kita. Double degree dengan universitas lokal di Indonesia," jelas Heri.

Program Double Degree Pertama UI dengan Muhammadiyah

UI membuka program double degree perdana dengan universitas dalam negeri bekerja sama dengan PP Muhammadiyah. Muhammadiyah, diketahui banyak memiliki kampus-kampus yang sudah unggul di Indonesia.

"Nah, ini adalah salah satu strategi dan salah satu caranya. Nah, mudah-mudahan tadi, Muhammadiyah yang memiliki perguruan tinggi ini bisa kemudian kita bersama-sama meningkatkan kualitasnya. UI bersedia menjadi pengampu. Seperti UI digendong universitas lain yang lebih bagus di luar negeri, UI juga bersedia menggendong berbagai universitas lainnya di Indonesia supaya meningkat," jelas dia.

Nah, kemudian kita bisa memulainya dengan berbagai universitas di lingkaran Muhammadiyah tadi. Kalau kerjasama yang sifatnya sekolahis, antar universitas dengan universitas, itu kita sudah ada. Nah, dengan hal ini bersama-sama dengan Prof. Haider Nasir, Ketua Umum Muhammadiyah, dengan kerjasama ini bahkan kemudian otomatis mencakup, melengkupi seluruh institusi yang ada di Muhammadiyah tadi.

Dalam kerja sama tersebut, UI membuka peluang program double degree (gelar ganda) dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi di dua kampus berbeda dan memperoleh dua ijazah.

"Misal double degree. Nah, ini juga bisa jadi pionir kita. Double degree dengan universitas lokal di Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, skema yang dirancang misalnya mahasiswa menjalani dua tahun di Universitas Muhammadiyah dan dua tahun di Universitas Indonesia.

"Jadi misal 2 tahun di Universitas Muhammadiyah, kemudian 2 tahun di Universitas Indonesia. Nah, kemudian pembelajaran di Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui dan kemudian dapat ijazah dari Muhammadiyah, dapat ijazah dari Universitas Indonesia," jelasnya.

Selain itu, UI juga membuka peluang program percepatan pendidikan melalui skema 3+1+1.

"Program yang kedua misal fast track. Jadi misal S1-nya di Muhammadiyah, S2-nya di Universitas Indonesia. Program 3 plus 1 plus 1," kata mantan Dekan Fakultas Teknik UI ini.

UI masuk 200 besar dunia dalam pemeringkatan dunia 2026 oleh lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) resmi yang diumumkan, Kamis (19/6/2025) lalu. Dalam pemeringkatan ini, UI ada di posisi 189 dan menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang masuk 200 besar kampus dunia.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads