Beberapa waktu lalu Presiden Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris bekerja sama untuk mendirikan 10 kampus baru di Indonesia. Prabowo menginginkan standar tinggi pendidikan di Inggris digunakan di Indonesia.
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," ucapnya dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1/2026) lalu, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet Minggu (15/2/2026).
Merespons pembukaan kampus asing di Indonesia, Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah, menyambut baik kehadiran universitas bermutu di Indonesia. Menurutnya, itu bisa menjadi peluang kampus-kampus Indonesia untuk berbenah dan bukan sebagai ancaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita melihat semakin banyak kampus bermutu bisa buka di Indonesia, ya artinya kan itu memacu kita untuk meningkatkan kualitas. Nanti pasar juga akan memilih, ya. Pilih UI atau pilih kampus baru itu. Dan kita punya rasa percaya diri kampus terbaik di Indonesia," ujarnya, ditemui usai acara Wisuda Universitas Indonesia Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026 di Balairung UI, Depok, Sabtu (14/2/2026).
Kehadiran Kampus Asing Jadi Pemacu Kualitas
Prof Heri mengatakan bahwa semakin banyak perguruan tinggi asing di Indonesia, maka kompetisi yang sehat akan terjadi secara alami. UI, kata dia, percaya diri dengan kualitasnya sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia dan siap bersaing di level global.
Ia menilai, kehadiran kampus asing tidak perlu ditanggapi dengan kekhawatiran, tetapi sebagai pemacu untuk memperkuat daya saing pendidikan nasional.
"Kita (UI), punya rasa percaya diri (sebagai) kampus terbaik di Indonesia, dan kita selalu meningkatkan quality, dan kita memiliki visi untuk terus maju ke depan. Jadi kita bersaing saja secara sehat. Kita tidak takut untuk bersaing dengan kampus asing yang beroperasi di Indonesia," jelasnya.
UI Pandang Kampus Asing sebagai Mitra, Bukan Kompetitor
Alih-alih melihat sebagai pesaing, Prof Heri menyebut kampus luar negeri sebagai mitra strategis dalam pengembangan perguruan tinggi, seperti di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
"Seluruh kampus ini pada dasarnya kita memandang mereka itu mitra. Ya, mitra untuk bekerja sama, bukan untuk bersaing saling mengalahkan," ujarnya.
Menurut Prof Heri, kolaborasi dengan kampus luar negeri dapat membuka peluang peningkatan kualitas riset dan inovasi, terutama dalam pengembangan kerja sama internasional yang berdampak nyata.
"Ranking itu hanyalah satu poin keunggulan, tetapi yang harus kita lihat adalah impact-nya. Maka UI itu kan 'Unggul Impactful'," imbuhnya.
Prof Heri juga menilai sebagian besar kampus asing yang beroperasi di luar negeri cenderung fokus pada program pengajaran, bukan riset. Di sisi lain, UI akan terus memperkuat riset dan inovasi agar tetap menjadi mitra yang relevan dan berdaya saing di tingkat global.
"Kita memandang makin banyak kompetitor kan akan membuat quality kita makin bagus, memacu kita untuk terus memperbaiki diri," pungkasnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(rhr/faz)











































