Kampus UK Mau Buka 'Cabang' di RI, Kemdiktisaintek: Untuk Tarik Mahasiswa Internasional

ADVERTISEMENT

Kampus UK Mau Buka 'Cabang' di RI, Kemdiktisaintek: Untuk Tarik Mahasiswa Internasional

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 13 Feb 2026 12:01 WIB
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Ditjen Dikti, Mukhamad Najib
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Ditjen Dikti, Mukhamad Najib beri tanggapan soal kampus UK yang mau buka di Indonesia. Foto: (Devita Savitri/detikcom)
Jakarta -

Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Mukhamad Najib beri tanggapan akan rencana 10 kampus asal United Kingdom (UK) yang akan buka 'cabang' di Indonesia. Ia mengaku tak khawatir adanya persaingan dalam mendapatkan mahasiswa baru di RI semakin ketat.

Seperti yang diketahui, persaingan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dalam mendapatkan mahasiswa baru cukup ketat. Terutama, pada penerimaan mahasiswa baru di jenjang S1.

Beberapa waktu lalu, Rektor Paramadina Prof Didik J Rachbini PhD beri usulan kepada Komisi X DPR RI agar kuota penerimaan mahasiswa baru (maba) S1 di perguruan tinggi negeri (PTN) dibatasi. Hal ini dikarenakan jenjang S1 di PTN dinilai memiliki kota terlalu banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana hadirnya berbagai kampus top dunia di Indonesia tentu mendatangkan problem baru. Apakah mahasiswa RI nantinya lebih memilih kampus top dunia tersebut? Atau persaingan perebutan mahasiswa baru semakin ketat?

Menjawab hal tersebut, Najib mengaku pihaknya tak khawatir akan ada 'tarik-menarik' mahasiswa baru antara PTN, PTS, dan kampus UK di Indonesia. Hal ini dikarenakan kampus top dunia ini memiliki target penerimaan mahasiswa yang berbeda.

ADVERTISEMENT

"Iya (tidak khawatir ada tarik-menarik mahasiswa), karena segmennya juga beda ya. Kita dorong mereka untuk menarik mahasiswa internasional," jelas Najib kepada detikEdu usai acara Peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis di Auditorium Al-Quddus Universitas YARSI, Jakarta, Kamis (12/2/2026) ditulis Jumat (13/2/2026).

Tidak Berdiri Sendiri Tapi Kolaborasi dengan Kampus RI

Najib membenarkan bila ada 10 perguruan tinggi UK yang akan hadir di Indonesia. Namun, satu catatan yang ia berikan adalah mereka tidak berdiri sendiri sebagai kampus.

"Perguruan tinggi asing itu nanti kita dorong untuk bekerja sama ya, kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia. Jadi, dia tidak sendiri-sendiri yang diaktifkan," bebernya.

Kolaborasi dalam hal ini diartikan Najib terjadi di program studi atau program lain di perguruan tinggi Indonesia.

PTS Tidak Menolak

Hadir di kesempatan yang sama, Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal mengaku tidak menolak rencana hadirnya kampus UK di Indonesia. Menurutnya kebijakan yang ada sudah baik lantaran meminta kampus tersebut kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Kerja sama ini akan menciptakan penyegaran dan transfer ilmu dari kampus top dunia. Selain itu, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi kampus-kampus UK tersebut, termasuk masalah dosen.

"Ada jumlah tertentu dari dosennya harus dari Indonesia. Kita perlu penyegaran dari orang-orang yang sudah world class, yang sudah bermain di tataran nasional, yang mengajar di kampus-kampus kerja sama tadi, itu akan membantu mutu kita," jelas Prof Fasli.

"Jadi kita tidak menolak," tegasnya lagi.

Prof Fasli juga tidak khawatir jika ada perebutan mahasiswa baru antara kampus UK, PTS, dan PTN. Menurutnya tidak bisa dipungkiri bila kini dunia semakin menyatu dan ia ingin ada mahasiswa internasional kuliah di Indonesia.

"Kalau kita bekerjasama dengan mereka kita juga selain dari mahasiswa dalam negeri, kita bisa dapat mahasiswa luar negeri. Jadi, sebetulnya tergantung cara kita melihat, bisa jadi ancaman, tapi juga peluang kalau kita maksimalkan," urainya.

Kendati demikian, Prof Fasli berpesan agar kampus UK diberikan aturan yang ketat agar tidak bisa 'merdeka' sendiri. Artinya, kampus-kampus ini harus bisa menyerap sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompetensinya sesuai.

"Jangan sampai mereka bebas merdeka sendiri aja, tidak ada skala transformasi, tidak ada keharusan-keharusan bagaimana sebaiknya mereka itu juga memberikan kesempatan pada SDM kita tentu sesuai dengan syarat mereka," tandasnya.

Sebagai informasi, kehadiran kampus UK merupakan hasil kerja sama antara Presiden Prabowo Subianto dengan Kepala Negara dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable pada 20 Januari 2026 lalu.

Sebanyak 10 kampus UK ini nantinya akan fokus pada bidang pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains, dan teknologi. Kampus-kampus ini akan menggunakan standar internasional dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Presiden menjanjikan beasiswa penuh dari pemerintah. Mahasiswa RI juga akan mengikuti bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan.

Rencananya, berbagai kampus UK ini akan mulai menerima mahasiswa pada 2028 mendatang.




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads