UT Perluas Akses Pendidikan Tinggi Lintas Negara di Timor Leste

ADVERTISEMENT

UT Perluas Akses Pendidikan Tinggi Lintas Negara di Timor Leste

Ega Shepiani - detikEdu
Sabtu, 07 Feb 2026 14:31 WIB
UT Perluas Akses Pendidikan Tinggi Lintas Negara di Timor Leste
Foto: Universitas Terbuka
Jakarta -

Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi lintas negara melalui penguatan pendidikan jarak jauh dan kolaborasi strategis di Timor Leste. UT menyampaikan bahwa pendidikan mampu melampaui batas negara dan menjangkau lebih banyak orang.

Kunjungan kerja UT ke Timor Leste pada 2-5 Februari 2026 menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan tinggi jarak jauh, memperkuat kolaborasi lintas institusi, serta mengukuhkan peran Indonesia dalam diplomasi pendidikan berbasis pembangunan berkelanjutan.

Dalam lawatan tersebut, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi oleh jajaran pimpinan, antara lain Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis, Dr. Hendrian, S.E., M.Si.; Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si. yang baru; Direktur UT Kupang Serang periode sebelumnya, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Direktur UT Serang (sebelumnya menjabat Direktur UT Kupang); Staf Ahli Kebijakan pada Kantor Rektor, Fauzy Rahman Kosasih, S.S., M.Pd.; serta Penanggungjawab UT di Timor
Leste.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinergi Strategis dengan KBRI Dili: Peningkatan Kualifikasi Doktor

Salah satu momen kunci dalam kunjungan kerja tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Rektor UT dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Timor-Leste. Kerja sama ini membuka peluang peningkatan kualifikasi sumber daya manusia melalui akses studi lanjut jenjang doktoral.

ADVERTISEMENT

Melalui skema pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan bagi staf serta Warga Negara Indonesia di lingkungan KBRI Dili untuk menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen dan Doktor Administrasi Publik tanpa harus meninggalkan peran dan tanggung jawab profesional mereka.

Pada tahap awal, tercatat sembilan tokoh telah mendaftar sebagai peserta, yang terdiri dari Duta Besar, para Atase, serta pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang beroperasi di Timor-Leste. Keikutsertaan para pejabat ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas akademik UT sekaligus pengakuan atas kredibilitas sistem pendidikan jarak jauh yang dijalankan.

Penguatan Layanan Keuangan dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

Selain kerja sama akademik, UT juga memperkuat sistem pendukung layanan pendidikan dengan menggandeng Bank BRI Timor-Leste. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan saluran pembayaran biaya registrasi agar mahasiswa warga negara Timor-Leste dapat melakukan transaksi keuangan akademik secara lebih mudah, aman, dan efisien.

Delegasi UT turut memperkuat kerja sama dengan delapan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Timor-Leste. Inisiatif lanjutan dari program tahun 2025 ini mencakup penyetaraan dan pengakuan kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen dan staf PTN/PTS di UT, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaborasi, pengabdian masyarakat, penawaran mata kuliah melalui platform ICE-Institute, serta publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi milik UT.

Apresiasi Pemerintah Timor Leste

Kerja sama tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Timor Leste. Dalam pertemuan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor Leste, UT memaparkan perkembangan implementasi kerja sama, termasuk perluasan jangkauan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) bagi masyarakat setempat.

Saat ini, tercatat 95 warga Timor Leste menjadi mahasiswa UT, dengan 10 orang di antaranya memperoleh beasiswa. Capaian tersebut dinilai sebagai kontribusi penting Indonesia dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Timor-Leste sejalan dengan semangat kerja sama ASEAN.

Pada pertemuan dengan Menteri Pendidikan (Dasar dan Menengah) Timor Leste, UT mengungkap bahwa separuh mahasiswa UT asal Timor Leste memilih Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Para mahasiswa tersebut merupakan guru yang tetap aktif mengajar sambil meningkatkan kualifikasi akademik dan menjalani peran keluarga. Fleksibilitas sistem pembelajaran UT memungkinkan seluruh peran tersebut berjalan beriringan.

Sentuhan Penyemangat di Salut An-Nur

Di sela agenda kerja sama kelembagaan, UT juga mengunjungi Sentra Layanan UT (SALUT) An-Nur di Kota Dili. Kunjungan ini menjadi ruang dialog dan penguatan bagi pengelola SALUT sebagai garda terdepan layanan pendidikan. UT memandang SALUT sebagai simpul strategis yang menghubungkan masyarakat Timor-Leste dengan akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut menegaskan peran UT dalam menghadirkan pendidikan yang melampaui batas geografis dan administratif. Melalui pendidikan sebagai medium soft diplomacy, UT terus membuka peluang belajar bagi siapa pun dan di mana pun, serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun masa depan pendidikan yang setara di tingkat regional.

(akd/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads