Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet meresmikan pergantian nama Fakultas Kedokteran di kampusnya menjadi Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz). Pergantian ini dilakukan lantaran penggabungan Fakultas Kedokteran dengan Departemen Gizi Masyarakat.
FKGiz IPB University menurutnya menjadi jawaban kampus di Bogor, Jawa Barat (Jabar) tersebut terhadap tantangan kesehatan nasional. Pendidikan kedokteran dikemas dengan penggabungan berbagai bidang kekuatan IPB University.
Bidang yang dimaksud yakni, gizi, pangan, biosains, dan kesehatan masyarakat. Penggabungan berbagai bidang ilmu ini menciptakan pendidikan kesehatan yang terintegrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Integrasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ilmu kedokteran dan gizi yang terintegrasi, berbasis biosains tropika, serta berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat," tutur Alim, dikutip dari keterangan tertulis resmi, Senin (2/2/2026).
Buka Program Studi Nutrisionis
Tak hanya resmi mengganti nama, IPB University juga membuka Program Studi (Prodi) Nutrisionis pada 2026. Prodi ini akan memenuhi ketersediaan tenaga nutrisionis yang terstandar dalam memberikan layanan gizi berkualitas.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr dr Ivan Rizal Sini GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, menjelaskan kolaborasi dokter dan nutrisionis perlu dibangun sejak dini. Ketika keduanya telah berkolaborasi sejak masa pendidikan, pemberian layanan kesehatan yang holistik, efektif, dan berkelanjutan bisa terjadi.
Rencana Pembangunan RS Pendidikan
Ke depan, IPB University juga akan membangun rumah sakit pendidikan. Fasilitas ini akan menjadi wahana pembelajaran interprofesional sekaligus pusat riset dan layanan kesehatan promotif dan preventif.
"Rumah sakit pendidikan IPB dirancang sebagai ruang kolaborasi nyata antara dokter dan nutrisionis," ungkapnya.
Prospek Kerja Lulusan FKGiz IPB University
Dari sisi prospek kerja, lulusan FKGiz menurutnya punya peluang yang luas. Terutama pada layanan kesehatan primer dan rujukan, program kesehatan masyarakat, industri pangan dan nutrisi, pemerintahan, hingga lembaga riset nasional dan internasional.
"Kami optimistis FKGiz akan melahirkan sumber daya manusia kesehatan yang berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia," tegas Dr Ivan.
Lulusan FKGiz juga akan ambil peran penting pada kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Proyeksi ini mengingat RI masih dibayangi persoalan serius seperti stunting, malnutrisi, penyakit metabolik, kesehatan ibu dan anak, hingga beban ganda penyakit menular dan tidak menular.
"Tantangan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis. Integrasi kedokteran dan gizi menjadi kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional," urai Ivan.
Kelebihan FKGiz IPB University
Ia mengatakan, fakultas di IPB University ini punya keunggulan yang khas di bidang pertanian, pangan dan gizi. Untuk itu, FKGiz punya peran penting dalam memposisikan pendidikan kedokteran dalam kerangka hulu ke hilir kesehatan.
Ivan juga menjelaskan, lulusan FKGiz adalah seorang dokter dengan pendekatan ilmu komunitas berbasis herbal yang kuat dan pemahaman mendalam tentang gizi dan sistem pangan. Integrasi ini juga memperkuat penerapan model Longitudinal Integrated Clerkship (LIC).
"Model ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman klinik yang berkesinambungan dan kontekstual, serta mendorong penguatan riset translasional dan efisiensi akademik," ucap Dr Ivan.
Faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku di FKGiz menurutnya tidak dipandang sebagai pelengkap. Namun, berbagai faktor ini akan menjadi bagian integral dalam memahami penyakit dan upaya pencegahannya.
"Kami ingin lulusan FKGiz mampu melihat masalah kesehatan secara utuh, dari pencegahan hingga tata laksana klinis," tambahnya.
(det/twu)











































