10 Negara Alternatif untuk Studi Selain AS-Inggris, Visa-Part Time Lebih Mudah

10 Negara Alternatif untuk Studi Selain AS-Inggris, Visa-Part Time Lebih Mudah

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 25 Jan 2026 10:00 WIB
10 Negara Alternatif untuk Studi Selain AS-Inggris, Visa-Part Time Lebih Mudah
China merupakan salah satu negara alternatif tujuan studi bagi mahasiswa internasional Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Di tengah semakin ketatnya aturan visa dan meningkatnya biaya pendidikan di Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris (UK) dan Australia. Ada 10 negara alternatif yang bisa dilirik sebagai pilihan studi di luar negeri dengan biaya kuliah yang relatif terjangkau dan kebijakan visa yang lebih fleksibel.

Selain itu, negara-negara tersebut memiliki kampus dengan kualitas yang tak kalah dengan perguruan tinggi di AS atau Inggris. Negara ini pun punya kebijakan menjaring lebih banyak mahasiswa internasional.

Berikut negara alternatif untuk studi ke luar negeri, termasuk beberapa negara sahabat yang jalin hubungan baik dengan Indonesia. Nah, buat kamu yang penasaran, yuk simak penjelasannya di bawah ini seperti dikutip dari VnExpress!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar 10 Negara Alternatif untuk Lanjut Studi

1. Jerman

Jerman menarik sekitar 420.000 mahasiswa internasional dengan universitas tanpa biaya kuliah. Menurut German Academic Exchange Service (DAAD), tiga perempat universitas di Jerman melaporkan jumlah pendaftaran yang stabil atau bahkan meningkat dalam setahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Negara ini menawarkan berbagai program berbahasa Inggris dan peluang karier tinggi di sektor tenaga kerja terampil.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: sekitar €992 (Rp 22 juta) per bulan / €11.900 (Rp 270 juta) per tahun.

Biaya kuliah: universitas negeri hampir gratis; universitas swasta €5.000-20.000 (Rp 113-454 juta) per tahun.


2. Prancis

Prancis menarik hampir 445.000 mahasiswa internasional pada 2024-2025 dan menargetkan 500.000 pada 2027. Beberapa tahun terakhir, universitas termasuk sekolah bisnis terkemuka mempercepat penerimaan dan memperpanjang tenggat pendaftaran untuk menarik mahasiswa dan peneliti yang terdampak kebijakan ketat di AS.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: €600-800 (Rp 13-18 juta) per bulan.

Biaya kuliah: universitas negeri €2.900-3.900 (Rp 65-88 juta) per tahun; institusi swasta €6.000-18.000 (Rp 135-407 juta).


3. Irlandia

Irlandia mencatat rekor dengan lebih dari 40.000 mahasiswa internasional pada tahun ajaran 2023-2024. Melalui inisiatif Global Citizens 2030, negara ini ingin menjadi destinasi utama bagi talenta global, khususnya di bidang teknologi dan inovasi.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: €10.000-20.000 (Rp 226-453 juta) per tahun.

Biaya kuliah: Program Sarjana €18.000-30.000 (Rp 408-681 juta) per tahun; Program Magister €9.950-35.000 (Rp 225-794 juta).


4. Spanyol

Spanyol menarik lebih dari 100.000 mahasiswa internasional dengan program EduBridge to Spain mempermudah visa. Kota besar seperti Barcelona, Madrid, dan Valencia menawarkan banyak program berbahasa Inggris, peluang kerja hingga 30 jam per minggu, serta izin tinggal 12 bulan pasca kelulusan.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: €700-1.200 (Rp 15-27 juta) per bulan

Biaya kuliah non-EU: €1.500-4.500 (Rp 34-102 juta) per tahun


5. Korea Selatan

Korea Selatan melampaui target 300.000 mahasiswa internasional, didominasi pelajar dari Vietnam, China, Uzbekistan, Mongolia, dan Nepal. Budaya Korea dan program berbahasa Inggris membuat negara ini semakin diminati.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: 750.000-1.000.000 won (Rp 8-11 juta) per bulan

Biaya kuliah: 4.200.000-7.600.000 won (Rp 48-87 juta) per tahun


6. Jepang

Jepang menampung hampir 340.000 pelajar internasional pada Mei 2024. Pemerintah Jepang menargetkan 400.000 mahasiswa internasional pada 2033 di mana 90% berasal dari Asia.

Mulai April 2026, Jepang akan menambah kuota pendaftaran di beberapa universitas dan meluncurkan program senilai Β₯3,3 miliar untuk merekrut peneliti asing. Negeri ini juga dikenal dengan tradisi budaya yang unik dan teknologi mutakhir.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: sekitar Β₯41.000 (Rp 4 juta) per bulan di seluruh negeri; Β₯57.000 (Rp 6 juta) di Tokyo.

Biaya kuliah: Β₯600.000-1.000.000 (Rp 63-106 juta) per tahun.


7. Malaysia

Malaysia menanjak sebagai pusat pendidikan di Asia Tenggara, menargetkan 250.000 mahasiswa internasional pada 2030. Pendaftaran meningkat 26% dalam dua tahun terakhir, didominasi pelajar dari China, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: USD 582 (Rp 9 juta) per bulan.

Biaya kuliah: USD 2.500-9.500 (Rp 42-160 juta) per tahun.


8. China

China semakin memposisikan diri sebagai pusat pendidikan transnasional dengan kampus cabang universitas global. QS memperkirakan jumlah mahasiswa internasional akan kembali ke level pra-pandemi, sekitar 490.000 orang pada 2026.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: 4.500-5.000 yuan (Rp 10-12 juta) per bulan di kota besar; 1.500-3.000 yuan (Rp 3-7 juta) di kota lain.

Biaya kuliah: 20.000-60.000 yuan (Rp 40-145 juta) per tahun.

9. Selandia Baru

Selandia Baru menargetkan peningkatan mahasiswa internasional dari 85.000 orang menjadi 119.000 pelajar pada 2034. Kebijakan baru di negara tersebut juga memungkinkan mahasiswa bekerja hingga 25 jam per minggu, naik dari sebelumnya 20 jam.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: NZ$18.000-27.000 (Rp 178-268 juta) per tahun.

Biaya kuliah: NZ$35.000-55.000 (Rp 347-546 juta) per tahun.


10. Uni Emirat Arab (UAE)

UAE mencatat lonjakan minat sebagai destinasi studi, menyumbang 59% dari seluruh pencarian studi di Timur Tengah dan Afrika Utara. India tetap menjadi sumber mahasiswa terbesar, namun pelajar dari Singapura, Prancis, AS, dan Jerman semakin tertarik ke UAE.

Biaya hidup dan kuliah:

Biaya hidup: AED6.800 (Rp 31 juta) per bulan.

Biaya kuliah: AED30.000-120.000 (Rp 137-550 juta) per tahun.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pengamanan Demo Humanis, Mahasiswa-Polisi Salat Berjemaah di Depan Mabes Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(crt/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads