Riset Doktor UNS Kembangkan Desain Toilet Kereta Api Ramah Disabilitas

ADVERTISEMENT

Riset Doktor UNS Kembangkan Desain Toilet Kereta Api Ramah Disabilitas

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 22 Jan 2026 09:30 WIB
Riset Doktor UNS Kembangkan Desain Toilet Kereta Api Ramah Disabilitas
Ilustrasi kereta api Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta -

Mahasiswa Program Doktor (S3) di Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) meneliti tentang desain interior kereta api ramah disabilitas, yang berbasis pada prinsip desain universal dan nilai kearifan lokal Jawa. Riset ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan moda transportasi publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut lahir dari riset disertasi Dr. Akh. Sokhibi, mahasiswa jurusan Teknik industri program doktor (S3) di Fakultas Teknik (FT) dengan disertasi berjudul "Desain Toilet Kereta Api Eksekutif yang Aksesibel Berbasis Desain Universal dan Kearifan Lokal." Dosen Teknik Industri di Universitas Muria Kudus (UMK) ini berhasil lulus dengan IPK 3,93 dan predikat cumlaude, dengan durasi studi 3 tahun 6 bulan.

Sokhibi berpandangan dalam lingkup transportasi umum berupa kereta api, toilet merupakan fasilitas penting bagi semua penumpang. Namun, kondisi toilet kereta api saat ini masih mengalami keterbatasan dari segi interior dan belum tersedianya toilet khusus disabilitas. Tentu saja, hal tersebut membuat para penumpang disabilitas kurang nyaman selama perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, bagaimana desain interior ramah disabilitas yang ditawarkan dari riset disertasi tersebut? Dikutip dari laman resmi UNS, berikut penjelasannya.

Memadukan Desain Universal dan Kearifan Lokal

Desain universal dipilih untuk memastikan seluruh penumpang dapat menikmati fasilitas toilet dengan aman dan nyaman. Sebab, keamanan dan kenyamanan para pengguna kursi roda, lansia, hingga penumpang umum adalah prioritas utama.

ADVERTISEMENT


Fitur pada toilet universal terdiri dari, dimensi ruang yang dapat diakses siapa saja, pintu geser otomatis, keran dan alat pengering tangan otomatis, pegangan rambat, lantai antislip, posisi tombol bilas diletakkan di samping, petunjuk dengan huruf braille, dan saklar lampu darurat.


Jika fitur toilet universal berperan secara fungsional, desain kearifan lokal menciptakan suasana yang kental dengan budaya lokal. Desain tersebut bukan hanya sebagai hiasan interior saja, melainkan representasi identitas budaya setempat.


Penggunaan warna coklat, panel bermotif serat kayu, ornamen ukiran bercorak batik, dan bentuk ruangan yang terinspirasi dari filosofi rumah adat joglo. Tujuan memasukkan kearifan lokal ke dalam desain universal, adalah untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, meninggalkan pengalaman emosional, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.

"Terciptanya desain toilet ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas serta lansia. Saya harap, desain hasil riset ini dapat menjadi standar baru bagi PT INKA dan PT KAI dalam merancang toilet gerbong kereta api," ujar Dr. Akh. Sokhibi, pada acara Yudisium Promosi Doktor Prodi Doktor Teknik Industri FT UNS, hari Kamis (15/1/2026).

Lahirnya pengembangan inovasi dari riset ini adalah langkah nyata UNS untuk berkontribusi mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Terkhusus dalam SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Hasil penelitian ini juga turut mendorong inovasi sarana transportasi massa yang inklusif, berbudaya dan berorientasi terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.



(sls/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads