Viral di Tiktok Mahasiswa Keluhkan Sulitnya Kuliah di ITB, Ini Faktanya

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 18 Agu 2022 10:00 WIB
Kampus ITB
Gedung Perkuliahan ITB. Foto: Tangkapan layar facebook Institut Teknologi Bandung
Jakarta -

Tak sedikit mahasiswa mengeluhkan sulitnya berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Salah satunya seperti diungkapkan oleh pemilik akun Tiktok @ajakgerak yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"[Kuliah di ITB] susah sih. Karena... cobain sendiri kalau sudah masuk," begitu ungkapan salah satu mahasiswa ITB di akun tersebut. detikEdu telah mendapatkan izin dari pemilik akun untuk mengutipnya.

Tak hanya itu, mahasiswa lain juga bertutur bahwa lini masa kuliah di Kampus Gajah tersebut juga lebih cepat dibandingkan universitas lain. Hal ini membuat jadwal kuliah mahasiswa lebih cepat dan padat.

"ITB bagian susahnya adalah kita belajarnya dipercepat terus. Jadi timeline kita lebih cepat dari universitas lain," ujar mahasiswa lain.

Seberapa Sulit Berkuliah di ITB?

1. Persaingan yang Ketat

ITB adalah salah satu universitas top Indonesia yang senantiasa mencetak prestasi baik di dalam maupun luar negeri. Berkat ini, ITB selalu bertengger di peringkat tiga teratas universitas terbaik Indonesia versi QS WUR dalam empat tahun terakhir.

Di balik prestasinya yang gemilang, beberapa mahasiswa mengaku berkuliah di ITB bukanlah hal yang mudah. Mengenai hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Naomi Haswanto memberikan tanggapannya.

"Beberapa mahasiswa menyebutkan bahwa perkuliahan di ITB itu sulit, dapat dimengerti karena SDM mahasiswa ITB telah disaring, melalui program SNMPTN atau melalui ujian SBMPTN maupun ujian Seleksi Mandiri," ungkap Naomi kepada detikEdu, Senin (15/8/2022) dan ditulis hari ini, Kamis (18/8/2022).

Persaingan masuk ITB juga termasuk salah satu yang paling ketat setiap tahunnya. Pada UTBK-SBMPTN 2022 sendiri, ITB meraih ranking 2 dalam rerata nilai kelompok Saintek tertinggi di Indonesia dengan perolehan skor 656,61 dari total skor 1.000. Terbukti, mahasiswa ITB telah disaring secara ketat dan hanya yang terbaik dari yang terbaiklah yang bisa mengamankan bangku di ITB.

2. Mata Kuliah Dominan Teknik

Hal lain yang membuat kuliah di ITB terasa sulit bagi sejumlah mahasiswa disebabkan oleh mata kuliahnya. Naomi juga berujar bahwa mata kuliah di ITB dominan dalam bidang teknik. Mata kuliah seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi menjadi pondasi utama mahasiswa dalam menempuh perkuliahan.

"Juga untuk prodi lain seperti seni rupa atau desain harus memenuhi persyaratan tertentu," kata Naomi.

Lanjutnya, ITB selalu membuat perhitungan mata kuliah pada setiap prodi. Terdapat bagian tersendiri yang menjamin kualitas akademik di ITB, yakni Satuan Penjamin Mutu ITB. Bagian tersebut akan mengevaluasi perkuliahan di ITB mulai dari tugas setiap semester hingga Tugas Akhir untuk merancang kurikulum di ITB.

Mata kuliah di ITB juga disajikan secara bertahap di setiap semester. Pada tahun pertama, mahasiswa akan mengikuti masa Tahap Persiapan Bersama atau TPB. TPB ini berisi 7 sampai 9 mata kuliah dengan beban 18-19 SKS.

Setiap mata kuliah pada masa TPB adalah landasan dasar untuk setiap prodi baik bidang Teknik, Sains, Manajemen dan Seni Rupa dan Desain. Sehingga, mahasiswa diharapkan dapat memahami materi secara utuh sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.

"Dalam dunia pendidikan ini setiap orang belajar, hal yang belum pernah pasti dianggap sulit, ibaratnya anak yang belajar jalan pasti menganggap sulit, anak yang belajar baca tulis, dianggap sulit. Padahal kalau sudah terlewati mampu berjalan, mampu menulis dan membaca sudah dianggap tidak sulit," ungkap Naomi.

3. Timeline Kuliah di ITB Lebih Cepat Dibanding Universitas Lain

Selain persaingan yang sulit dan mata kuliah yang padat, lini masa dimulainya kuliah ITB juga lebih padat dibanding universitas lain. ITB biasa memulai perkuliahan semester ganjil pada minggu terakhir bulan Agustus. Umumnya, universitas lain masih berada pada waktu libur semester dan baru akan memasuki semester ganjil pada bulan September.

"Yang dimaksud timeline kuliah di ITB lebih cepat dibandingkan Perguruan Tinggi yang lain karena ini sesuai dengan kalender akademik ITB yang ditentukan pimpinan (Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik ITB)," tutur Naomi.

Hal ini turut membuat perkuliahan di ITB lebih cepat selesai dibandingkan universitas lain. Pada awal Desember, perkuliahan di ITB disebut sudah selesai atau memasuki minggu terakhir Ujian Akhir Semester.

"Bahan kuliahnya banyak, semua dipadatkan dalam 14 kali pertemuan, 1x ujian tengah semester dan 1x ujian akhir semester," jelas Naomi.

4. Tugas yang Bervariasi

Tugas di ITB tak melulu menjawab soal. Naomi menjelaskan, tugas kuliah di ITB bervariasi dari teori hingga pertanyaan langsung di kelas.

"Bentuk tugasnya macam-macam, tergantung jenis mata kuliahnya, tergantung jenis prodinya. Ada pengetahuan teori, ada pengetahuan praktika (praktikum). Ada pertanyaan langsung yang ditanyakan di kelas, ada pertanyaan yang dijawab secara tertulis atau berupa laporan," papar Naomi.

Terdapat juga mahasiswa yang mengumpulkan ujian dalam bentuk hasil praktek, seperti maket, karya seni, contoh prototype barang, dan lain sebagainya.

"Kelas malam tidak ada, biasanya dipergunakan untuk ke lab atau ke workshop," tutupnya.

Itulah empat alasan mengapa sejumlah mahasiswa mengeluhkan sulitnya kuliah di kampus yang terletak di Jawa Barat tersebut. Jadi detikers, tertarik berkuliah di ITB?


Saksikan juga d'Mentor on Location: Main Kripto Ala Joko Crypto

[Gambas:Video 20detik]



(nir/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia