ADVERTISEMENT

Harapan Chairul Tanjung Agar Unair Bisa Jadi 'The Avengers', Ini Pesannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 01 Jul 2022 07:00 WIB
Chairul Tanjung resmi meluncurkan Allo Bank di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (20/5).
Foto: Detikcom/Rafida Fauzia/Harapan Chairul Tanjung Agar Unair Bisa Jadi 'The Avengers', Ini Pesannya
Jakarta -

CEO CT Corp, Chairul Tanjung (CT) menyampaikan keunggulan sebuah universitas dengan analogi superhero, dari Iron Man hingga The Avengers. Chairul Tanjung turut memberi pesan ini kepada pimpinan Universitas Airlangga (Unair) dalam acara Rapat Pimpinan dan Focus Group Discussion (FGD) Unair.

CT menjelaskan bahwa era saat ini bukan lagi zamannya menjadi superhero atau memiliki keunggulan yang berdiri sendiri. Namun, saat ini adalah eranya untuk berkolaborasi.

"Seperti halnya di film Marvel. (Unair) jangan hanya menjadi Iron Man, Spider Man. Tapi, jadilah The Avengers. Antar-superhero yang bersatu. Karena musuhnya semakin kuat, yaitu seperti halnya Thanos," ungkapnya dikutip dari laman Unair, Rabu (29/6/2022).


Pentingnya Kolaborasi di Universitas

Dalam pemaparannya, CT mendorong antar-elemen di Unair untuk saling berkolaborasi dalam menarget visi yang telah dicanangkan. Menurutnya, kolaborasi adalah sebuah keharusan sebagai tantangan pada era saat ini.

"Universitas harus mampu menjadi bagian pengembangan ekosistem. Seperti halnya bagaimana google, facebook, microsoft yang dilatarbelakangi universitas," terangnya.

CT menyebut fakultas yang unggul di tiap universitas bukan untuk saling bersaing tapi menjadi hal keterbukaan dan kolaborasi. Hal ini sangat dibutuhkan dengan mengombinasikan antar-keunggulan tersebut.

Misalnya, dengan mendorong perwujudan entrepreneur university ke depan yang memerlukan setidaknya kolaborasi antara enam elemen atau skenario hexa helix, yakni, kolaborasi antara unsur universitas, industri, inovator, venture capital, pemerintah, dan media.

"Kolaborasi ini adalah sebuah keniscayaan, yang mesti dilakukan ke depan," tekannya.

Pentingnya Leadership

Selain keterbukaan dan kolaborasi seperti The Avengers, CT menekankan perlu adanya responsivitas yang berhubungan dengan leadership atau kepemimpinan.

Hal ini karena pola kepemimpinan yang berbeda antara dulu dan sekarang.

"Dulu orientasinya hasil, harus mengikuti proses yang berlaku, seniority matters, dan autocratic," ujarnya.

Menurut CT, pola kepemimpinan saat ini lebih menekankan proses pembelajaran. Lalu, fokus pada inovasi dan think outside the box. Kemudian, komunikasi dan transparansi dengan semua anggota tim.

"Termasuk mendorong kreativitas to allow for disruption. Dan, terakhir adalah kolaboratif," ucapnya.

Merespon Zaman Melalui Kurikulum

Salah satu pengusaha terkaya di Indonesia ini juga menekankan pentingnya melakukan respons zaman melalui revitalisasi kurikulum pendidikan.

Kuncinya adalah dengan lebih terbuka pada perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

"Fokus mengembangkan skills yang dibutuhkan dunia kerja atau industri. Bukan sekadar penguasaan teori," paparnya.

Dalam hal ini, universitas perlu memperhatikan tiga case study. Pertama, berkaitan dengan komposisi teori dan pengaplikasian keilmuan.

Kedua, fokus pada skill yang dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat. Serta ketiga, kurikulum pendidikan dikembangkan bersama dengan pakar industri.

Terakhir, CT juga berpesan kepada kampus untuk melakukan beberapa hal penting mulai dari mendorong kampus berbasis inovasi hingga SDM Unggul.

"Ada lima key takeaway dalam pengembangan kampus ke depan. Pertama, mendorong universitas berbasis inovasi, entrepreneurship, dan kreativitas. Kedua, pengembangan skill of the future dan humaniversity. Ketiga, komitmen seluruh civitas akademika. Keempat, SDM unggul dan berdaya saing tinggi. Kelima, menang dalam kompetisi," pungkasnya.



Simak Video "Tanda Syukur Ulang Tahun ke- 60, CT Bagikan E-Book dan Undang Makan Malam"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia