IISMA Edisi Vokasi Jadi Jalan Mahasiswa Belajar Industri Global

Kristina - detikEdu
Kamis, 14 Apr 2022 19:00 WIB
Wikan Sakarinto dalam Grand Launching IISMA Edisi Vokasi 2022, Kamis (14/4/2022).
Wikan Sakarinto dalam Grand Launching IISMA Edisi Vokasi 2022, Kamis (14/4/2022). Foto: Tangkapan layar YouTube Ditjen Pendidikan Vokasi
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, meluncurkan program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) edisi vokasi, Kamis (14/4/2022). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dengan ahli sekaligus dunia industri global.

Dalam Grand Launching IISMA Edisi Vokasi 2022 yang dilangsungkan secara daring, Nadiem mengatakan terobosan ini menjadi upaya pemerintah dalam menghilangkan sekat-sekat antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

"Program ini menjadi cara kita untuk menghilangkan sekat-sekat pendidikan vokasi dan industri," ucap Nadiem.

Program IISMA sendiri sudah dimulai di perguruan tinggi akademik pada 2021 lalu dengan mengirimkan mahasiswa Indonesia untuk belajar selama satu semester di perguruan tinggi luar negeri.

Dalam IISMA edisi vokasi kali ini, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas. Sebab, Kemendikbudristek juga mengajukan skema kepada perguruan tinggi mitra untuk bisa belajar dengan industri.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Vokasi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto, memaparkan dua alasan penting mengapa mahasiswa perlu dekat dengan industri.

Pertama, kata Wikan, mahasiswa perlu mengasah dan menguasai keterampilan, baik teknis maupun analitis di bidang industri.

Urgensi yang kedua, mahasiswa juga perlu memahami dan mampu beradaptasi dengan budaya kerja industri, termasuk budaya interaksi antar negara di industri internasional.

Menurutnya, dua hal tersebut dapat dicapai dengan hadirnya program IISMA untuk mahasiswa pendidikan vokasi.

"Hal ini bisa dipenuhi oleh IISMA atau Indonesian International Student Mobility Awards yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Tahun ini kita memiliki IISMA edisi vokasi yang kita persembahan untuk mahasiswa vokasi untuk mengenyam pendidikan yang mampu berinteraksi dengan pendidikan internasional," kata Wikan.

"Dalam IISMA edisi vokasi ini mahasiswa vokasi tidak saja belajar dari ahli internasional di perguruan tinggi, tapi juga berkesempatan memahami budaya kerja serta etika kerja industri kelas dunia. Jadi ini ada aspek industri," lanjut mantan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada ini.

IISMA Jadi Program Andalan

Wikan menyebut, program IISMA edisi vokasi ini merupakan program andalan yang diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional untuk pendidikan vokasi.

Melalui program IISMA, mahasiswa akan mendapatkan bekal soft skill yang kuat untuk bisa terjun di dunia kerja selepas kuliah nantinya.

"Program IISMA edisi vokasi ini adalah program andalan tapi ya tidak akan jadi program terakhir. Tapi justru jadi program yang nanti bisa mancing program-program yang lain dan sama program-program kerja sama internasional untuk pendidikan vokasi," katanya.

"Kita membutuhkan mahasiswa-mahasiswa yang nggak cuma hard skill, nggak cuma IPK tinggi tapi kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, attitude, dan leadership. Nah ini yang ingin kita kirim untuk IISMA ini," tegas Wikan.

Didukung dengan Tiga Skema Pembelajaran

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Benny Bandanadjaya mengatakan, IISMA edisi vokasi memberikan tiga skema pembelajaran.

Pertama, skema pembelajaran pengalaman industri atau industrial experience program dengan visa studi. Skema ini juga dikenal dengan magang.

Kedua, kombinasi antara pembelajaran berbasis kelas dan pembelajaran pengalaman industri. "Nomor dua ini yang paling menarik menurut saya, karena ini selain belajar langsung di kampus, industrinya juga dapat kesempatan. Jadi persis kaya di Indonesia ada program magang," ucap Benny.

Ketiga, IISMA edisi vokasi menyediakan skema pembelajaran berbasis kelas penuh atau class based learning dengan tetap melibatkan industri, seperti mengundang pakar industri untuk mengisi pembelajaran di kelas.



Simak Video "Klarifikasi Nadiem Makarim soal 'Shadow Organization' di Kemendikbud"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia