Undang Ulama, Unissula Minta Rekomendasi Kehalalan Stem Cell

Sponsored - detikEdu
Kamis, 27 Jan 2022 09:35 WIB
(Dari kanan ke kiri) Assoc Prof Dr dr Agung Putra MSi Med, Drs Bedjo Santoso MT PhD, KH Kharis Shodaqoh, dan moderator Dr Jafar Shodiq
Foto: Unissula
Jakarta -

Sejumlah ulama merekomendasikan halal dan memperbolehkan Secretome Stem Cell untuk pengobatan. Salah satunya adalah KH Kharis Shodaqoh, yang menyatakan bahwa sel tersebut dapat direkomendasikan halal dan digunakan dalam proses pengobatan.

Hal ini disampaikannya dalam Forum Bahtsul Masail: Mengkaji Kehalalan Secretome Stem Cell yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, di Kampus Jalan Kaligawe.

"Dari hasil diskusi ini, kami merekomendasikan jika Secretome Stem Cell halal dan diperbolehkan untuk pengobatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).

Salah satu alasan yang diterima oleh para ulama adalah karena bahan yang digunakan halal. Begitu juga proses pembuatan serta manfaatnya bagi kemaslahatan umat dan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kedokteran.

Hal serupa dituturkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. Menurutnya, secara prinsip pengobatan dengan Secretome Stem Cell diperbolehkan.

"Hal ini sebagai upaya untuk tidak membiarkan tubuh kita sakit. Kalau melihat bahan dasarnya, aman dan diperbolehkan. Kita menggunakannya dalam pengobatan. Kita membutuhkan, jadi dasar medis tersebut membolehkan penggunaannya untuk pengobatan," jelasnya.

Secara garis besar, hasil Bahtsul Masail ini menyimpulkan bahwa Secretome Stem Cell sebagai terapi dan pengobatan berbagai penyakit dinyatakan halal mutlak dilihat dari segi bahan, proses, hasil, hingga dampak penggunaanya. Kehalalan secretome ini juga memperhatikan sisi lita'awanu (prinsip tolong menolong atau kemanusiaan).

Meskipun demikian, dalam proses diskusi ada juga yang berpendapat bahwa kehalalan Secretome bersifat dloruri (darurat).

Assoc Prof. Dr. dr. Agung Putra M.Si. Med., selaku Director of Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Unissula yang merupakan Ketua Prodi S2 Biomedik Fakultas Kedokteran Unissula memaparkan Stem Cell (Sel Punca) merupakan sel yang dapat berkembang menjadi bermacam-macam sel pada tubuh suatu organisme, termasuk manusia.

Tali pusat pada bayi yang baru dilahirkan merupakan salah satu sumber stem cell yang saat ini banyak dikembangkan untuk berbagai macam pengobatan. Sel tersebut memerlukan perlakuan khusus sehingga dapat dipanen dan dipakai untuk terapi pengobatan pada gangguan kesehatan.

Laboratorium SCCR Unissula merupakan salah satu institusi peneliti dan pengembang stem cell untuk kepentingan terapi dan pengobatan. Beberapa kasus penyakit yang dapat ditangani melalui terapi stem cell ini adalah kanker, stroke, diabetes, ortopedi, gagal ginjal, kulit, dan lain sebagainya.

Dalam masa pandemi seperti sekarang, SCCR telah mengembangkan stem cell untuk mengatasi pasien COVID-19 yang kritis. Pada pasien COVID-19, sistem pernafasan sangat terganggu karena paru-paru tertutup rapat oleh cairan yang diproduksi organ yang mengalami inflamasi. Serangan COVID-19 juga dapat terjadi pada organ lain yang melemah melalui penurunan sistem imun tubuh.

SCCR merekayasa stem cell pada tingkat molekul ukuran nano dalton agar sel dapat menerobos jaringan super kecil yang mengalami gejala. Sel dalam ukuran nano dalton ini dinamakan dengan Secretome Stem Cell, yang memiliki kemampuan imunomodulator dengan mengeluarkan molekul molekul anti inflamasi IL-10.

"Pada puncak kasus COVID-19 di pertengahan 2021 kemarin, terbukti banyak pasien COVID-19 kritis dapat ditangani dengan terapi secretome ini," jelas Agung.

"Dengan pengobatan secretome stem cell pasien lebih aman, potensi imunitas ditolak tubuh sangat kecil, dengan akibat fatal dimana pasien meninggal juga sangat kecil," tambahnya.

Menurutnya, Secretome Stem Cell dapat menjadi salah satu pengobatan yang tepat, khususnya dalam menghadapi COVID-19 yang telah menjadi pandemi dunia selama dua tahun terakhir beserta varian mutasinya. Sebab, Secretome Stem Cell bisa menyembuhkan organ-organ pasien COVID-19 yang rusak.

Alhasil, kajian riset yang dilaporkan dalam jurnal bereputasi Q1-Q2 menunjukkan pengakuan dunia internasional mengenai dampak positif terapi secretome stem cell terhadap berbagai gejala penyakit berat.

Permasalahannya adalah, dalam perspektif hukum Islam, secretome stem cell membutuhkan legitimasi halal sebagai sebuah produk yang ditinjau dari aspek bahan, proses, produk akhir, dan dampak. Untuk itu, perlu dilakukan sebuah kajian dan telaah masalah melalui Forum Bahtsul-Masail yang menghadirkan para ulama terkemuka ini.

Sedangkan produksinya, menurut Agung, melalui proses yang aman dan halal serta dengan bahan-bahan yang teruji.

Selain kesimpulan hukum halal penggunaan secretome ini, Bahtsul Masail juga menghasilkan rekomendasi bahwa seiring dengan perkembangan zaman, untuk menjawab persoalan agama sebaiknya menggunakan Maqoshid Syariah dan Ushul Fiqih.

Sementara itu, Rektor Unissula Drs. Bedjo Santoso M.T. Ph.D mengatakan produk ini dihasilkan untuk terapi penyakit.

"Maka di antaranya dikaji dari sisi kehalalannya, dan semoga bisa membantu masyarakat," ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri KH Kharis Shodaqoh (Ponpes Al-Itqon Semarang), KH Hanif Ismail (Semarang), KH Najib Hasan (Kudus), Dr. KH Ahmad Darodji M. Si. (MUI), KH Aniq Muhammadun (Pati), KH Busyro Musthofa (Blora), Dr. KH Rozihan SH M Ag (Unissula), KH Nasrullah Afandi (PWNU Jateng), Drs. Tafsir M. Ag. (PW Muhammadiyah Jateng), dengan moderator Ketua Literasi Unissula Dr. Muhammad Ja'far Shodiq.

(Content Promotion/Unissula)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia