5 Jurusan Kuliah yang Tidak Ada Matematika buat Referensi SBMPTN 2022

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 10 Jan 2022 14:45 WIB
Studio shot of an attractive young woman looking thoughtful while using a laptop against a blue background
Ilustrasi mahasiswa/Jurusan kuliah apa yang nggak ada matematika? Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta - Jurusan yang tidak ada mata kuliah matematika merupakan salah satu yang diincar calon mahasiswa saat memilih prodi yang akan dimasuki. Sebab, pengalaman berkutat dengan mata pelajaran matematika wajib dan matematika peminatan sejak bangku sekolah kadang identik dengan rumus-rumus dan hitungan rumit.

Jurusan yang tidak ada pelajaran matematika rupanya tidak sedikit di bangku perkuliahan. Perlu diingat, jurusan-jurusan ini terkadang juga punya sedikit materi hitungan dalam mata kuliah teori dan penelitian, ya. Berikut jurusan kuliah yang tidak ada matematika buat referensi SNMPTN 2022 dan UTBK-SBMPTN seperti dikutip dari masing-masing laman kampus.

Jurusan kuliah yang tidak ada matematika

1. Sejarah

Jurusan Sejarah mencakup mata kuliah terkait sejarah nusantara, sejarah Indonesia, sejarah dunia, sejarah hubungan negara lain dengan Indonesia, sejarah masyarakat sebuah negara, sejarah perempuan, hingga sejarah hubungan antarbangsa.

Contoh, Prodi S1 Sejarah Universitas Indonesia (UI) menawarkan mata kuliah di atas dengan peminatan Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Australia. Total studi yakni 144 SKS.

2. Desain Komunikasi Visual (DKV)

Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual atau DKV umumnya tidak mempelajari matematika sepanjang perkuliahan. Contoh, kurikulum mahasiswa DKV Binus University mencakup mata kuliah Drawing for Design, Tipografi, DKV, Estetika, Desain Ilustrasi, 3D Art and Interaction, Computer Graphic, hingga Digital Graphic Reproduction.

Sementara itu, ada juga jurusan DKV yang mencakup mata kuliah hitungan dan sains. Contoh, mahasiswa jurusan DKV Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga akan belajar mata kuliah wajib seperti Fisika dan Matematika, di samping matkul DKV pilihan seru seperti Desain Merchandise, Komik, dan Animasi.

3. Sastra dan bahasa

Mahasiswa jurusan sastra dan bahasa umumnya belajar bahasa, sejarah bahasa, masyarakat dan sejarah negara tempat bahasa tersebut berkembang, hingga terjemahan.

Contoh, mahasiswa prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia belajar mata kuliah Bahasa Korea, Sejarah Kesusastraan Korea, Sejarah Korea Modern, Pengkajian Prosa Korea, Terjemahan Korea-Indonesia, hingga Bahasa Korea Bisnis.

4. Hubungan internasional

Jurusan Hubungan Internasional mencakup mata kuliah tentang berbagai agama, teori perbandingan politik, demokrasi, budaya dan bahasa, sejarah diplomasi, teori dan analisis hubungan internasional, ekonomi, politik internasional, masyarakat budaya politik di berbagai negara, hingga geopolitik dan geostrategi.

Contoh, mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Airlangga (Unair) bisa belajar mata kuliah di atas dengan beragam mata kuliah pilihan. Perlu diketahui, salah satu mata kuliah pilihan di jurusan HI Unair juga termasuk mata kuliah Statistika Sosial dan Metode Penelitian Kuantitatif yang juga bicara angka dan rumus.

5. Seni dan pendidikan seni


Berbagai jurusan bidang seni dan pendidikan seni menawarkan sebaran mata kuliah yang tidak ada matematika. Mata kuliah di jurusan-jurusan seni ini umumnya mencakup teori, sejarah, kajian, penciptaan, dan manajemen seni rupa.

Contoh, mata kuliah jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mulai dari gambar bentuk, sketsa, seni rupa murni, seni ilustrasi, seni grafis, sejarah seni rupa, filsafat seni, seni lukis, seni patung, manajemen seni rupa, teori seni, eco art, teknik reproduksi, relief, dan lain-lain.

Nah, kamu bisa mendaftar kuliah di jurusan tanpa matematika di atas melalui berbagai jalur penerimaan, termasuk SNMPTN 2022 dan UTBK - SBMPTN. Gimana, ada jurusan yang detikers minati?

Simak Video "Taliban Buka Pintu Hubungan Internasional, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(twu/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia