Kejar Lisensi LSP, UPJ Ingin Hasilkan Lulusan Kompeten

Sponsored - detikEdu
Sabtu, 11 Des 2021 14:14 WIB
UPJ
Foto: Dok. UPJ
Jakarta -

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat melakukan kunjungan ke Universitas Pembangunan Jaya (UPJ). Kunjungan yang dilakukan pada hari Rabu, 8 Desember 2021 kemarin bertujuan untuk melihat pelaksanaan pelatihan calon asesor kompetensi dari calon lembaga sertifikasi profesi (CLSP) UPJ.

Selain menyaksikan kegiatan pelatihan, kedatangan Kunjung juga bertujuan melihat kelayakan UPJ untuk mendapatkan lisensi LSP. Pengajuan lisensi UPJ ini merupakan perwujudan dari visi dan misi UPJ untuk menghasilkan SDM yang kompeten melalui sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa UPJ.

Ujian sertifikasi tersebut nantinya akan diselenggarakan di bawah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UPJ setelah kampus mendapatkan lisensinya. Uji kompetensi merupakan satu dari sederetan skema yang dipilih secara cermat untuk tetap dapat menjawab kebutuhan dunia industri.

Para mahasiswa nantinya akan mendapatkan pembekalan dari trainer serta diuji oleh asesor yang dimotori oleh total 18 orang dosen dari berbagai program studi yang kompetensinya telah teruji.

UPJ Foto: Dok. UPJ

Kunjung menyampaikan program sertifikasi adalah sebuah jembatan yang dapat menghubungkan antara sisi supply dan demand. Ia juga menambahkan sertifikasi menjadi bukti yang memperlihatkan bahwa lulusan tersebut memiliki knowledge, skill, dan attitude yang bisa diterima di dunia kerja.

"BNSP melaksanakan program sertifikasi untuk menjembatani dari sisi supply kepada sisi demand. Yang paling penting adalah bagi universitas untuk bisa menjamin dan membuktikan bahwa lulusannya memiliki Knowledge, Skill, dan Attitude yang bisa diterima didunia kerja yang sudah teruji dan dibuktikan dengan adanya sertifikasi," jelas Kunjung dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/12/2021).

Sementara itu, Presiden UPJ Frans Sunito dalam sambutannya mengatakan UPJ memiliki visi untuk mencetak SDM tenaga pengajar maupun mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan tapi juga kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi

"2/3 penduduk dunia adalah masyarakat yang berasal dari perkotaan dan UPJ dengan visi untuk menjadi universitas yang unggul dalam Kajian Urban berkomitmen untuk mencetak sumber daya baik Tenaga Pengajar maupun Mahasiswa dan Lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan sesuai bidang ilmu masing-masing tetapi juga memiliki kompetensi dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi," ucapnya.

UPJ Foto: Dok. UPJ

Hal yang senada juga disampaikan oleh Rektor UPJ, Leenawaty Limantara. Ia berharap sertifikasi kompetensi dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan UPJ.

Direktur CLSP UPJ, Dr. Hastuti Naibaho mengungkapkan proses mendapatkan lisensi LSP bukanlah sesuatu yang mudah. Mulai dari pengurusan dokumen pendirian LSP berkategori P1 yang sesuai untuk kebutuhan mahasiswa, melatih dosen sebagai calon asesor agar mumpuni dan berkompeten sebagai trainer, mempersiapkan aneka dokumen unit kompetensi, hingga menjalani persiapan uji kompetensi perdana dengan witness dari pihak BNSP.

Semua itu adalah bagian dari perjuangan untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan bisa bersaing di pasar global dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Setelah proses uji kompetensi calon asesor selesai, maka CLSP UPJ akan menjalani proses full asesmen dari BNSP sebagai tahap akhir menuju lisensi LSP UPJ.

Mahasiswa UPJ kemudian akan menjalani sertifikasi kompetensi yang mereka pilih selaras dengan Program Studinya, yang mencakup skema teknisi akuntansi, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan sistem manajemen hubungan pelanggan, asisten psikolog, desain kemasan junior, network designer, pemrograman, penulisan naskah program televisi, dan skema kegiatan human.

Sertifikasi yang akan mereka kantongi saat menyandang gelar lulusan UPJ diharapkan jadi modal ampuh untuk bersaing di pasar kerja.

(Content Promotion/UPJ)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia