Universitas Tidar Uji Coba Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Patuhi Syarat Ini

Eko Susanto - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 17:30 WIB
Mahasiswa melakukan qr barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kampus Untidar.
Foto: Eko Susanto/detikcom/Universitas Tidar Uji Coba Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Patuhi Syarat Ini
Magelang - Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Kuliah tatap muka ini dikhususkan bagi mahasiswa semester 5, 7 dan semester 9 yang yang menyelesaikan tugas akhir.

Adapun mahasiswa yang mengikuti PTM ini ada beberapa persyaratan antara lain sudah mendapatkan vaksin. Kemudian, mendapatkan izin dari orang tuanya masing-masing untuk mengikuti PTM. Selain itu, untuk memasuki kawasan kampus dengan melakukan scan QR barcode di aplikasi PeduliLindungi.

Mahasiswa melakukan qr barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kampus Untidar.Mahasiswa melakukan qr barcode aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki kampus Untidar. Foto: Eko Susanto/detikcom

Untuk uji coba PTM tersebut telah dimulai sejak, Senin (25/10), yang memasuki minggu ke-10. Adapun pada minggu ke-10, 11 dan 12 ini yang mengikuti PTM mahasiswa semester 5 dan 7 dengan nomor induk mahasiswa ganjil.

Kemudian, untuk memasuki minggu ke-13, 14 dan 15 mahasiswa dengan nomor induk genap. Sedangkan, dalam pelaksanaan hanya 50% saja, misalnya ruangan dengan kapasitas 40 mahasiswa, PTM hanya 20 orang. Demikian untuk ruangan yang lebih besar mampu untuk 50 mahasiswa, yang PTM hanya 25 orang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar Noor Farid mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mahasiswa semester 5, 7, 9 dan 11. Mereka melakukan PTM karena menyelesaikan tugas akhir.

"Untuk mahasiswa semester 5 dan 7 yang tiga kali pertemuan kedepan yang nomor gasal. Pertemuan (minggu) ke-10, 11, 12 nomor gasal karena di kelas maksimal 20 mahasiswa atau separo kapasitas. Kemudian untuk pertemuan 13, 14, 15, mahasiswa semester 5 dan 7 (genap) yang mahasiswa menjalani tatap muka," katanya dalam jumpa pers kepada wartawan di Lantai 3 Fakultas Teknik Universitas Tidar, Rabu (27/10/2021).

Pihaknya menyeleksi mahasiswa yang masuk kampus berdasarkan program sipadu. Untuk itu, mahasiswa yang dinyatakan dengan warna hijau, mereka diperbolehkan masuk. Sedangkan kalau warna merah, mereka tidak boleh masuk karena tidak ada perkuliahan.

"Kalau hijau itu ada kegiatan, kalau merah tidak ada sehingga kapasitas yang di kawasan kampus ini maksimal 1.500," katanya.

Rektor Untidar Prof Mukh Arifin menambahkan, PTM ini sesuai dengan anjuran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dalam PTM di Untidar ini baru dibuka untuk 1.500 kapasitas dan tidak semua mahasiswa diizinkan melakukan tatap muka.

"Mahasiswa yang semester 5, 7, kemudian 9 dan 11 sisa-sisa yang belum lulus itu diperbolehkan masuk kampus (PTM), tetapi dengan pembatasan-pembatasan," katanya.

"Kita memang sudah persiapkan sejak sebelum ujian tengah semester, kita mengimbau (mahasiswa) untuk mengikuti atau melakukan vaksinasi. Jadi kita sudah mengimbau melalui media, website, medsos mengimbau para mahasiswa yang berasal dari luar Magelang untuk mengikuti program vaksinasi di daerah masing-masing. Kemudian mahasiswa yang berdomisili di Magelang Raya dan sekitarnya, kita menyelenggarakan vaksinasi di kampus," tutur dia.

Pihaknya mengatakan, untuk mengikuti PTM salah satu syaratnya sudah vaksin. Kemudian, selama berada di lingkungan kampus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Untuk mengikuti pembelajaran luring syaratnya di antaranya sudah vaksin. Kemudian, selama berada di kampus mengikuti protokol kesehatan. Mahasiswa yang masuk haruskan barcode PeduliLindungi yang sudah diintegrasikan dengan sipadu. Dia (mahasiswa) secara otomatis kalau semester 1 atau 3, maka waktu di lihat warna merah tidak boleh masuk," tegasnya.

Simak Video "UNS Uji Coba Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Dapat Izin Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia