Kepala BSSN Ingatkan Wisudawan Poltek SSN Jadi Patriot Ruang Siber RI

Angga Laraspati - detikEdu
Rabu, 20 Okt 2021 18:39 WIB
BSSN
Foto: Dok. BSSN
Jakarta - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen.TNI (Purn) Hinsa Siburian melepas 95 Wisudawan Angkatan ke-16 Tahun Akademik 2020/2021 Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Ia pun menitipkan pesan kepada para wisudawan yang telah melewati masa pendidikan selama 4 tahun.

Hinsa menuturkan setidaknya ada dua jenis serangan siber terhadap Indonesia, pertama adalah serangan yang bersifat teknikal, yang mengganggu dan merusak sistem elektronik dan digunakan oleh masyarakat dan pemerintah.

"Kedua adalah serangan yang bersifat sosial, yang menyerang pikiran masyarakat dan mendegradasi nilai-nilai budaya, agama, nilai-nilai Pancasila dan merusak nilai-nilai berbangsa dan bernegara," kata Hinsa dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Ia juga mengingatkan kepada para wisudawan Poltek SSN atau yang disebut patriot ruang siber agar menjadi motor penggerak untuk mengamankan ruang siber nasional.

"Karena di situlah (ruang siber) ada hidup dan kehidupan masyarakat dan negara kita. Disana ada kegiatan ekonomi digital agar bagaimana kesejahteraan kita berjalan dengan baik," tegas Hinsa.

Dalam pidatonya, Hinsa juga menyampaikan syukur dan kebanggaan kepada para wisudawan yang telah menempuh pendidikan di Poltek SSN dan menyebut mereka sebagai patriot.

"Kalian yang hebat wisudawan yang kami banggakan. Kalian adalah menjadi patriot-patriot pembela bangsa khususnya patriot yang akan menjaga ruang siber Indonesia," ungkap Hinsa.

Sementara itu, Direktur Poltek SSN Nunil Pantjawati mengatakan, wisudawan Poltek SSN dibekali dengan sertifikasi keamanan siber.

"Seluruh wisudawan Poltek SSN telah dibekali dengan sertifikasi kompetensi fundamental keamanan siber dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association), dimana proses saat ini telah dilakukan pendaftaran dan pengujian," jelas Nuni.

Di sisi lain, Chairman of Ancora Group Gita Wirjawan memberikan orasi ilmiah mengenai pentingnya cyber security dan independensi data di era digital pada masa mendatang. Gita menyebut cybersecurity sangat berperan dalam upaya peningkatan ekonomi digital dan penyeimbang yang mampu mendorong demokratisasi ide, demokratisasi talenta.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) adalah institusi pendidikan di bidang keamanan siber dan sandi memiliki peran penting dalam peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi BSSN. Poltek SSN memiliki tiga program studi, meliputi Rekayasa Kriptografi, Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi, dan Rekayasa Keamanan Siber.

BSSN juga telah meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber. CSIRT merupakan salah satu program prioritas nasional (major project) yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

CSIRT adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional atau Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas), CSIRT Sektoral pada pemerintahan, Infrastruktur Informasi Vital Nasional dan Privat, serta CSIRT Organisasi. Hingga saat ini telah diluncurkan 37 CSIRT dari target 121 CSIRT hingga tahun 2024.

Adapun Wisuda Poltek SSN angkatan ke-16 menerapkan protokol kesehatan dengan hanya dihadiri oleh pejabat struktural terkait di lingkungan BSSN, senat Poltek SSN dan para wisudawan tanpa dihadiri oleh orangtua para wisudawan.

Wisuda dilaksanakan di Auditorium Kol (Inf) Sumarkidjo, Kampus Poltek SSN, Selasa (19/10) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Kepala BSSN, Irjen (Pol) Sutanto, SH, Direktur Poltek SSN Nunil Pantjawati, serta Chairman of Ancora Group Gita Wirjawan yang memberikan orasi ilmiah secara daring.

Simak Video "BSSN Jelaskan Penyebab Kebocoran Data Aplikasi eHAC Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia