Gaokao, Seleksi Universitas yang Dianggap Terekstrem di Dunia & Lamanya 9 Jam

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 19 Okt 2021 10:00 WIB
Sejumlah mahasiswa Indonesia di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China, berharap bisa pulang ke tanah air (Dok. Pribadi)
Foto: Sejumlah mahasiswa Indonesia di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China, berharap bisa pulang ke tanah air (Dok. Pribadi)
Jakarta - Seleksi masuk perguruan tinggi bisa jadi merupakan salah satu tes terberat bagi pelajar di belahan dunia manapun. Tetapi, gaokao kerap diklaim sebagai yang paling ekstrem.

Setiap tahunnya, di China ada jutaan murid SMA maupun vokasi yang mengikuti ujian ini. Dilansir dari CNN, gaokao adalah ujian yang berlangsung selama 9 jam dan diselenggarakan selama dua hari.

Tes tersebut menguji siswa dengan empat mata pelajaran, yakni matematika, bahasa Inggris, bahasa China, dan mipa atau soshum. Hasil dari ujian tersebut menjadi satu-satunya syarat diterima universitas di China.

Tetapi, tidak seperti ujian SAT di Amerika Serikat misalnya, yang memperbolehkan siswa mengambil ujian ini beberapa kali. Kebanyakan siswa di China hanya mendapat kesempatan mengikuti gaokao satu kali.

Gaokao merupakan bagian dari sistem pendidikan di China sejak tahun 1950-an, meskipun ada jeda di masa Revolusi Budaya. Bagi jutaan orang di China, utamanya yang bukan dari keluarga pejabat, gaokao adalah tiket kesuksesan dan naik kelas strata sosial. Begitu, menurut BBC.

Selama seleksi masuk perguruan tinggi ini berlangsung, pihak yang berwenang akan memasang televisi sirkuit tertutup serta detektor logam di pintu masuk sekolah. Ini dilakukan agar tidak ada siswa yang menyelipkan smartphone mereka.

Pihak sekolah tidak memperbolehkan siswanya membawa jam tangan terkomputerisasi, demikian berdasarkan Sina News seperti disebutkan oleh BBC. Naskah ujian yang dikirimkan ke sekolah akan dilacak dengan GPS guna memastikan tidak ada pertanyaan yang bocor.

Bahkan, pejabat di provinsi Henan memanfaatkan drone yang membawa pemindai radio untuk menangkap adanya kecurangan.

Times Higher Education menyebutkan bahwa gaokao sering dianggap sebagai ujian paling sulit di dunia. Pada awal bulan Juni, seluruh China akan melakukan lockdown untuk mendukung calon mahasiswa baru di China.

Lalu lintas dikurangi dan para siswa diberi akses prioritas serta bebas bepergian dengan Metro.

Ujian yang juga dikenal sebagai China's National College Entrance Examination (NCEE) ini kerap membuat orang tua mengirim anak-anak mereka belajar privat setelah sekolah atau menyediakan tutor bagi anaknya. Juga bukan hal yang aneh jika para orang tua di sana sudah mempersiapkannya sejak masih TK dan menyeimbangkan sekolah dengan pelajaran bahasa Inggris, musik, atau pertandingan olahraga.

Demi mempersiapkan seleksi perguruan tinggi di China ini, semua sekolah di sana akan menyediakan kertas latihan dan simulasi ujian. Mengerjakan seluruh kertas latihan ini adalah salah satu cara terbaik siswa China mempersiapkan diri menghadapi gaokao.

Simak Video "Jokowi Sarankan Mahasiswa Kedokteran Juga Belajar Robotik"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia