Jordi Onsu Masuk Harvard, Ini Beda Executive Education Harvard dengan Program Reguler

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 07 Sep 2021 19:00 WIB
Harvard University / Universitas
Foto: Dok. Harvard University
Jakarta - Adik Ruben Onsu, Jordi Onsu baru-baru ini bercerita bahwa dirinya menjadi mahasiswa Harvard Business School termuda dan satu-satunya yang berasal dari Indonesia.

"Kayaknya aku paling kecil (re: muda) deh guys," ujarnya kanal YouTube Jordi Onsu, seperti diberitakan detikEdu pada Minggu (05/09/2021). Dalam video berjudul 'KULIAH HARI PERTAMA! PERKENALAN | #JRD', ia memperkenalkan teman-teman sekelasnya yang berasal dari segala penjuru dunia.

Harvard Business School (HBS) memiliki awal sejarah pada tahun 1908. Mengutip dari laman resminya pada waktu itu, didirikan Harvard Graduate School of Business Administration yang merupakan program MBA pertama di dunia.

Meski begitu, bangunan kampus dari Business School baru didirikan pada tahun 1924. Dan pada tahun 1945, program Executive Education dibuat pertama kali, dengan program studi Advanced Management Program.

Kendati begitu, program perkuliahan daring di sini sudah berlangsung cukup lama. Harvard Business School Online didirikan sejak 2013.

Executive Education Harvard Business School

Para mahasiswa yang lulus dari HBS, nantinya akan diberikan Certificate of Completion. Sertifikat ini menandakan bahwa mahasiswa tersebut telah menyelesaikan seluruh program.

Executive Education HBS tidak hanya menyediakan program bagi para mahasiswa secara individual. Kepesertaan secara organisasi juga bisa.

Executive Education HBS juga menyediakan banyak program. Di antaranya program kepemimpinan selama beberapa minggu, program tiga hingga enam hari tentang bisnis, program regional yang menawarkan kurikulum regional selama beberapa minggu, dan program-program yang dibuat secara eksklusif untuk lembaga atau organisasi.

Mahasiswanya juga dapat melakukan perkuliahan dengan berbagai format. Mereka bisa kuliah di kampus, kombinasi daring-luring, memilih lokasi tertentu, dan untuk peserta organisasi juga bisa kuliah secara luring.

Ada beberapa program yang ditawarkan oleh Executive Education Harvard Business School ini, yaitu Advanced Management Program, Owner/President Management, Program for Leadership Development, General Management Program, dan tiga Senior Executive Leadership Programs.

Meski begitu, status sebagai alumni Harvard Business School hanya bisa didapatkan untuk program tertentu saja.

Di samping memiliki Executive Education, HBS menyediakan pendidikan MBA selama dua tahun dengan fokus pada praktik. Kampus ini juga memiliki kursus daring dan program doktoral, Harvard Business Analytics Program, Summer Programs for Undergraduate, dan MBA Joint Program.

Perbedaan seleksi Executive Education HBS vs penerimaan mahasiswa Harvard reguler

Perlu detikers ketahui, seleksi untuk menjadi peserta perkuliahan program Executive Education HBS, berbeda dengan seleksi untuk menjadi mahasiswa reguler di fakultas Harvard University yang lain. Sebagai informasi, Harvard University mempunyai beberapa fakultas, yakni Harvard College, Harvard Business Schools, Harvard Division of Continuing Education, Harvard Divinity School, Harvard Graduate School of Arts and Sciences, dan banyak lainnya.

Di sini, detikEdu akan memberikan contoh perbedaan seleksi masuk Executive Education HBS dengan Harvard Graduate School of Arts and Sciences. (Harvard GSAS). GSAS adalah fakultas yang menaungi berbagai program studi magister dan doktoral.

Menurut situs resmi Harvard GSAS, agar dapat menjadi mahasiswa baru pada Harvard Graduate School of Arts and Sciences, ada sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi:

1. Biaya pendaftaran sebesar $105

2. Transkrip akademik

3. Surat rekomendasi

4. Bukti kemampuan berbahasa Inggris:

- Harus berasal dari universitas yang memiliki bahasa pengantar bahasa Inggris

- Skor TOEFL iBT minimal 80

- Skor IELTS minimal 6.5

5. Portofolio tulisan

Sementara, mengutip dari laman resminya untuk mendaftar Executive Education Harvard Business Schools, tidak ada persyaratan pendidikan formal. Namun, seleksi dilakukan berdasarkan pencapaian profesional dan rekam tanggung jawab dalam organisasi. Di samping itu, masing-masing program pada Executive Education punya kriteria sendiri.

Selanjutnya, untuk dapat mengambil Executive Education Harvard Business Schools tersebut juga perlu kelancaran berbahasa Inggris dan bahasa Cina untuk program tertentu. Bagi yang berbahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bekerja kurang dari satu tahun di lingkungan berbahasa Inggris, perlu mengirimkan dokumen yang menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris verbal dan tulisan.

Selain itu, surat rekomendasi juga diperlukan, namun hanya untuk program tertentu saja.

Nah, kini detikers sudah tau perbedaan seleksi di sejumlah fakultas di Harvard kan? Dan jika tertarik punya teman-teman pengusaha, kalian juga bisa mengambil Executive Education Harvard Business Schools program Owner/President Management lho!



Simak Video "Selamat! Mikha Tambayong Lulus dari Harvard "
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia