Rektor IPB Jelaskan Pentingnya Agromaritim 4.0 sebagai Fokus Pembangunan

Kristina - detikEdu
Rabu, 01 Sep 2021 14:45 WIB
Rektor IPB Arif Satria dalam Dies Natalis ke-58 IPB University
Foto: dok. tangkapan layar
Jakarta -

Institut Pertanian Bogor atau IPB University tengah menggencarkan inovasi Agromaritim 4.0. Agromaritim merupakan sektor yang menjadi fokus pembangunan dalam menghadapi ekonomi New Normal.

Rektor IPB University, Arif Satria menjelaskan, keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu latar belakang perlunya Agromaritim sebagai fokus pembangunan.

"Mengapa perlunya Agromaritim sebagai fokus pembangunan? karena kita memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. darat, laut, hutan, dan kita memiliki mega biodiversity yang harus kita kelola dengan baik," terang Arief dalam Dies Natalis ke-58 IPB, yang digelar secara daring, Rabu (1/9/2021).

Arif memaparkan, Agromaritim dilakukan untuk merespon tuntutan kemandirian pangan di setiap negara. Menurutnya, salah satu respon global terhadap pandemi COVID-19 adalah di bidang pangan.

"Kita menghadapi era tuntutan kemandirian pangan semakin meningkat. Respon global terhadap COVID sangat beragam dan salah satunya adalah terhadap pangan. Di mana negara-negara yang ada di dunia menahan stok pangannya untuk diekspor. Oleh karena itu, merupakan tuntutan sekarang,"

Selain itu, Arif juga menyebut, selama pandemi berlangsung, pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor yang berbasis pada Agromaritim. Ia pun mengatakan, Agromaritim menjadi pemimpin sektor ekonomi di Indonesia.

"Agromaritim merupakan leading sektor ekonomi Indonesia yang dibuktikan dengan warna hijau ini, ini sebuah warna yang menggambarkan GDP yang dominan setiap provinsi," terang Arif sambil menunjukkan data persebaran GDP di tiap provinsi.

"Yang hijau adalah sektor pertanian, kehutanan termasuk dalam peternakan, yang itu kalau kita lihat sebagian besar Sumatera, sebagian besar Kalimantan, di seluruh Sulawesi, di Maluku di NTB NTT semua adalah didominasi oleh GDP dalam bidang pertanian," lanjutnya.

Terakhir, Arif menegaskan sektor kelautan merupakan sektor yang memiliki prospek tinggi.

"Sektor kelautan merupakan sektor yang prospektif karena menjadi sumber investasi baru. Sumber produk-produk baru untuk pangan, untuk energi, maupun biomaterial maupun juga untuk kepentingan mitigasi terhadap perubahan iklim," tegasnya.

Agromaritim 4.0 dilakukan untuk menjawab tantangan ekonomi New Normal. Ada tiga faktor yang melatarbelakangi IPB dalam merumuskan ekonomi New Normal. Ketiganya adalah perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi COVID-19.



Simak Video "Sederet Inovasi BMKG Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia