1.121 Mahasiswa Ikut Studi Independen Bersertifikat Microsoft

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 26 Agu 2021 20:00 WIB
Divers group of high school of college graduates smiling during the graduation ceremony. They are standing in a row.
Foto Iustrasi : iStock
Jakarta - Microsoft Indonesia memulai program Studi Independen Bersertifikat (SIB) Microsoft hari ini (26/8/2021) yang diikuti 1.121 mahasiswa dari 235 kampus di Indonesia. Mahasiswa yang ikut program ini akan mendapatkan sertifikasi kompetensi digital di bidang Produktivitas, Cloud, serta Data and Artificial Intelligence (AI).

Program Studi Independen Bersertifikat merupakan bagian dari inisiatif Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Program ini akan mengkonversi 20 SKS kuliah mahasiswa, dengan kelulusan didasarkan pada keberhasilan mengambil sertifikasi di akhir periode pembelajaran, serta capstone project yang mereka tuntaskan di bulan Desember mendatang.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam mengatakan keterampilan digital memainkan peranan yang krusial bagi tingkat adaptasi di era berbasis cloud saat ini.

Indonesia menurut Nizam masih membutuhkan sembilan juta talenta digital hingga 2035 mendatang atau sekitar 600.000 talenta digital per tahun.

"Kami sangat senang melihat tingginya partisipasi mahasiswa di SIB Microsoft. Adanya program ini akan membantu mencapai target tersebut," ujar Nizam dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

Community and Education Manager MIC Enterprise, Ning Qulyati, mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari tenaga pengajar ahli yang telah ditunjuk Microsoft Indonesia, yaitu MIC Enterprise, selama empat bulan.

Pendampingan dilakukan melalui kelas virtual serta tugas proyek yang dirancang sesuai dengan tantangan atau kebutuhan industri saat ini.

Misalnya, kelas produktivitas akan menugaskan mahasiswa untuk menghadirkan solusi teknis terhadap suatu permasalahan bisnis dengan menggunakan Microsoft 365. Lalu kelas cloud akan meminta mahasiswa merancang learning management system yang di-hosting dalam bentuk VM ataupun Azure website.

Sementara kelas Data and AI akan meminta mahasiswa mengembangkan sebuah dasbor yang memanfaatkan kecerdasan buatan dengan menerapkan solusi Cortana Intelligence Suite atau Cognitive Services.

"Secara jangka pendek, kelas dan proyek yang diberikan akan meningkatkan kesempatan mahasiswa untuk bisa lulus sertifikasi Microsoft. Sementara secara jangka panjang, sertifikasi akan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja," ujar Ning.

Ning mengungkapkan mendapatkan sertifikasi Microsoft tidak mudah karena ujian yang diberikan mencakup materi yang sangat komprehensif. Di sisi lain sertifikasi telah menjadi nilai tambah nyata karena mampu memberikan gambaran atas keterampilan khusus pencari kerja, serta menunjukkan kegigihan dalam mengembangkan kemampuan profesional.

"Bagi para pengusaha, sertifikasi juga tidak kalah penting karena dapat membekali mereka dengan berbagai keterampilan yang dapat mendukung pengembangan bisnis, seperti keterampilan teknologi bagi perusahaan yang dibangun dan berkembang di cloud," katanya.

Simak Video "Era Disrupsi, Jokowi Dorong Universitas Perkuat Pemanfaatan Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia