Kemenag Beri Keringanan Biaya UKT Mahasiswa di PTKN, Ini Syaratnya

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 02 Agu 2021 17:00 WIB
ilustrasi kelulusan
Foto: thinkstock/Kemenag Beri Keringanan Biaya UKT Mahasiswa di PTKN, Ini Syaratnya
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia kembali akan menerapkan keringanan uang kuliah tunggal (UKT). Kebijakan ini diperuntukkan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di tahun akademik 2021/2022.

Dilansir dari laman resmi Kemenag pada Senin (02/08/2021), Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani menjelaskan keputusan meringankan UKT karena adanya pandemi COVID-19. Sebab, banyak keluarga mahasiswa PTKN yang kondisi ekonominya terdampak.

"Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, termasuk keluarga mahasiswa PTKN. Karenanya, kami tahun ini kembali menerapkan kebijakan memberikan keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT)," ujar dia.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menyebutkan bahwa kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 81 Tahun 2021 tentang Perubahan atas KMA Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan UKT pada PTKN atas Dampak Wabah Covid-19.

Pria yang akrab disapa Dani ini berharap program ini bisa membantu mahasiswa dalam melanjutkan pendidikannya. Dengan begitu, angka putus kuliah akan berkurang.

"Kemenag ingin memastikan kelancaran pembayaran UKT dan meminimalisir angka putus kuliah mahasiswa pada PTKN," sambung dia.

Program keringanan UKT diterapkan bagi mahasiswa program diploma dan sarjana PTKN yang terdampak pandemi COVID-19. Bentuk keringanannya ada dua, yakni pengurangan atau perpanjangan waktu pembayaran UKT.

Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2021 juga mengandung amanat di mana kampus yang mempunyai sistem keuangan Badan Layanan Umum (BLU), dapat memberikan keringanan berupa pembayaran UKT secara diangsur.

Kebijakan tersebut telah diterapkan di tahun akademik sebelumnya, 2020/2021. Pada waktu itu, ada 160.563 mahasiswa yang mendapat keringanan.

Sebagai rincian dari jumlah di atas, 15.153 mahasiswa mendapat penurunan UKT satu tingkat. Kemudian, 30.235 mahasiswa boleh menunda pembayaran UKT selama 2-4 bulan.

Sebanyak 6.285 mahasiswa menerima keringanan berupa pembayaran secara mencicil. Terakhir, pada periode tersebut ada 108.890 mahasiswa yang mendapat pengurangan jumlah UKT.

Di tahun akademik tersebut, keringanan UKT bervariasi dari 10, 15, 20, 25, 30, hingga 100 persen.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno juga menyampaikan beberapa syarat agar mahasiswa dapat mendapat keringanan. Ini dia syaratnya:

1. Bukti/keterangan sah bahwa orang tua/wali telah meninggal dunia

2. Bukti/keterangan bahwa orang tua/wali mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK)

3. Bukti/keterangan orang tua/wali mengalami kerugian usaha/pailit

4. Bukti/keterangan orang tua/wali mengalami penutupan tempat usaha

5. Bukti/keterangan orang tua/wali pendapatannya menurun secara signifikan

Suyitno menerangkan, keringanan pada tahun akademik 2021/2022 berlaku untuk semester gasal. Pada pelaksanaannya juga akan dilakukan evaluasi dan pemantauan sesuai kebutuhan.

Nantinya, rektor/ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) akan menetapkan mekanisme pelaksanaan kebijakan ini. Tak hanya itu, rektor/ketua yang bersangkutan juga akan berkesempatan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu pembiayaan keringanan UKT.

Suyitno meminta para rektor/ketua PTKN untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh program bantuan Kemenag ini. Ia juga menghimbau agar pengumumannya disampaikan secara intensif pada seluruh anggota satuan perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, hingga semua lapisan masyarakat.

Simak Video "Bantuan UKT Tidak Diterima? Mahasiswa Bisa Lapor ke Website Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia