Top! Mahasiswa UB Ciptakan Smart CCTV untuk Deteksi Pelanggar Prokes

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 13 Jul 2021 18:50 WIB
Universitas Brawijaya
Foto: Dok. Universitas Brawijaya
Jakarta -

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil ciptakan Smart CCTV COVID-19 untuk membantu deteksi pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang berada di jalanan. Bagaimana caranya?

Dengan bantuan bimbingan Raden Arief Setyawan, ST, MT, mahasiswa yang terdiri dari Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Akmal Adnan Attamami, Muchammad Nasyruddin Hakim, dan Muhammad Lutfi Ardiansyah, bisa membuat inovasi berjudul "Smart Mapping System for The Potential Spread of COVID-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrated with Vehicle Number Data."

Inovasi tersebut diciptakan dari keresahan mahasiswa yang melihat rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga PPKM Darurat di tengah banyaknya kasus COVID-19 yang semakin meningkat.

Salah satu anggota tim, Nasyruddin Hakim mengungkapkan bahwa inovasi yang memadukan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan teknologi CCTV ini, bisa mengatasi pelanggar prokes.

"Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV, inovasi tersebut diyakini dapat membantu dalam penanganan kasus penyebaran COVID-19 dengan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan," terannya.

Nasyruddin Hakim juga menjelaskan cara kerja dari Smart CCTV ciptaan timnya, yakni:

1. Smart CCTV akan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi yang melanggar prokes

2. Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor

3. Setelah didapat identitas pelanggar, data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut.

4. Selanjutnya dilakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi COVID-19 karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan.

5. Setelah dipetakan daerah yang berpotensi COVID-19, pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi, atau bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya.

Menurut mahasiswa Fakultas Teknik UB tersebut, Smart CCTV bisa dijadikan solusi yang dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus Covid-19.

"Dengan memetakan persebaran daerah berpotensi terkena Covid-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif sebelum tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut seperti melakukan penyuluhan serta memberikan sanksi tegas khusus daerah tersebut," tambahnya.

Smart CCTV ini juga diharapkan dapat berdampak meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan dapat mencegah secara dini persebaran COVID-19.

Sementara itu, atas inovasi Smart CCTV tersebut, kelima mahasiswa UB diganjar Gold Medal Awards di ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 yang diikuti oleh sekitar 157 tim dari 15 Negara.

Tak hanya itu, kelima mahasiswa UB juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).



Simak Video "Fleksibilitas Universitas Terbuka Membawa Mahasiswanya Berprestasi"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia