UGM Siapkan Psikolog untuk Nakes dan Pasien COVID-19

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 12 Jul 2021 14:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya memberitakan bahwa Mardliyyah Islamic Center (MIC) miliknya siap digunakan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19. Kini, universitas tersebut juga tengah menyiapkan timnya sebagai pendamping psikologis pasien COVID-19 dan para tenaga kesehatan (nakes).

Kepala Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM Edilburga Wulan Saptandari juga mengatakan bahwa sejak awal pandemi, dirinya dan tim sudah ikut serta di bawah call center Satgas COVID UGM.

Seperti dikutip dari laman resmi UGM Senin (12/07/2021), perempuan yang akrab disapa Yayi tersebut menjelaskan bahwa sejalan dengan melonjaknya kasus COVID-19 saat ini, maka tim psikolog tersebut juga akan semakin diperkuat.

Tim tersebut terdiri dari para mahasiswa Magister Psikologi serta psikolog dari UGM dan rekanan. "Kita memiliki 55 psikolog internal dan nanti bisa melibatkan psikolog rekanan jika diperlukan," kata Yayi.

Ia turut mengatakan bahwa dukungan psikososial ini dapat dilakukan secara bertahap. Contohnya, ketika pasien datang pertama kali, akan langsung mendapat penanganan dari para mahasiswa Magister Psikologi.

Akan tetapi, jika nantinya kondisi pasien memerlukan penanganan lebih jauh, maka akan mendapat penanganan lanjutan dari para psikolog-dosen dari UKP Fakultas Psikologi ataupun psikolog rekanan.

Menurut Yayi, dalam tahapan penanganan psikologis untuk para paseien COVID-19, pada prinsipnya perlu dilakukan Psychological first aid (PFA). Hal ini untuk membantu mereka merasa tenang, rileks, dan tidak panik dengan kondisinya.

Ia juga sepakat bahwa gangguan psikologis tak hanya dialami oleh para pasien dan keluarganya, namun juga oleh para nakes. "Nakes saat ini juga sangat capek. Mereka nakes yang ada di garda depan hingga yang melakukan tracing kemudian satu per satu telpon ke keluarga maupun pasien. Tentu ada kecemasan termasuk munculnya psikosomatis," katanya.

Menurutnya, para pasien membutuhkan tingkat penanganan yang berbeda-beda. Konseling yang diberikan tim psikolog UGM ini bersifat mendukung dan membantu agar para pasien tersebut bisa terbebas dari gangguan psikologi akibat COVID-19.



Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia