Mahasiswa Politeknik Negeri Berpeluang Tinggi Kerja di Jepang, Ini Kesempatannya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 07 Jul 2021 11:30 WIB
Ilustrasi bendera jepang
Foto: Dok. Reuters/Mahasiswa Politeknik Negeri Berpeluang Tinggi Kerja di Jepang, Ini Kesempatannya
Jakarta - Mahasiswa dan alumni politeknik negeri di Indonesia punya kesempatan besar untuk magang dan kerja di Jepang. Hal ini disebutkan oleh Wakil Dubes RI di Tokyo, Tri Purnajaya dalam sebuah diskusi virtual bertajuk Peluang Magang dan Kerja di Negeri Sakura, Rabu (16/06/2021).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) di Tokyo Yusli Wardiatno dan pengusaha diaspora Usman Naito yang merupakan Direktur Jinsen Shidoukai Foundation serta CEO & Founder Hamaren Corporation.

Tri mengungkapkan bahwa peluang tenaga kerja Indonesia untuk mengisi berbagai sektor industri di Jepang cukup tinggi.

"Dari sekitar kebutuhan 70 ribu tenaga kerja terkategori Specified Skilled Worker (SSW) yang dalam bahasa Jepangnya Toku Teginou, Indonesia baru memenuhi sekitar 1500 orang," terang Tri.

Dirinya memaparkan bahwa kini Jepang tengah menuju aging society. Artinya, di masa depan, jumlah tenaga kerja muda akan semakin sedikit dan langka di negeri Sakura.

Tri menambahkan bahwa Indonesia justru akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2045 mendatang. Kesempatan itu pun, kata dia, harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

"Sementara, populasi Indonesia terus bertumbuh dan kita akan mendapatkan bonus demografi di tahun emas 2045 nanti. Jadi, mohon politeknik negeri menyiapkan alumninya untuk bersiap mengisi kebutuhan tenaga kerja di sini," ungkapnya.

Atdikbud Yusli sebagai penyelenggara turut menyebutkan bahwa peluang magang mahasiswa politeknik Indonesia ke Jepang juga sejalan dengan program Merdeka Belajar. Sehingga kesempatan itu akan senilai dengan Satuan Kredit Semester (SKS).

"Diharapkan, pengusaha diaspora Indonesia serta Grup Hamaren memfasilitasi kerja sama bagi mahasiswa untuk magang dan mendapatkan kredit SKS," kata Yusli.

Ia juga menjelaskan bahwa program pertukaran pelajar dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang sudah berjalan. "Namun, KBRI juga akan mendorong agar implementasi Merdeka Belajar juga terjadi antara politeknik negeri dan perusahaan di sini. Kami yakin Grup Hamaren dapat membantu," imbuhnya.

Sementara itu, diskusi virtual ini diikuti oleh 46 peserta dari politeknik negeri di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan informasi mengenai daftar perusahaan yang dapat dijadikan tujuan magang, sekaligus syarat dan cara daftarnya.

Simak Video "Rekonstruksi Mahasiswa PIP: Korban Tewas Usai Dipukul Bagian Perut"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia