Asik, UNAIR Siapkan Program Baru Merdeka Belajar dan Outbond ke Luar Negeri

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 09 Jun 2021 15:50 WIB
Universitas Airlangga (Unair)
Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim telah setahun diaplikasikan oleh UNAIR. Mengutip dari Dikti Kemdikbud, program Merdeka Belajar UNAIR ini mengacu pada Surat Keputusan Rektor UNAIR no. 23 tahun 2020.

Surat keputusan rektor dari perguruan tinggi tersebut menyatakan bahwa UNAIR melaksanakan berbagai program untuk pengembangan softskill, pengetahuan, dan relasi para mahasiswanya. Sejalan dengan program Merdeka Belajar, UNAIR telah memberikan kesempatan agar mahasiswanya bisa mengambil maya kuliah lintas prodi dalam lingkup kampus.

Seperti dinyatakan oleh Direktur Pendidikan UNAIR, Prof. Sukardiman, "Mahasiswa Farmasi atau Kedokteran bisa mengambil mata kuliah Hukum untuk belajar regulasi obat atau medical legal. Begitu pula dengan mahasiswa di prodi lain yang dibebaskan memilih mata kuliah lintas prodi yang sekiranya dapat mendukung keilmuan mereka."

Program belajar lintas prodi yang diaplikasikan oleh UNAIR ini diterapkan melalui redesain kurikulum. Nantinya, fakultas yang mampu melakukan redesain juga akan mendapat insentif dari pihak universitas.

Sejauh ini, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang kini sedang dilakukan oleh UNAIR juga mendapat peminat yang tinggi. Dikabarkan bahwa hingga penutupan, server sempat eror karena peminat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sangat membeludak.

Selain program-program tersebut, kini UNAIR tengah mempersiapkan program baru dalam rangka Merdeka Belajar, yang dapat mempertemukan mahasiswa lintas disiplin ke dalam satu kelas. Program ini dinamakan Pembelajaran Dasar Bersama dan bakalnya akan dijadikan mata kuliah wajib umum.

Program Pembelajaran Dasar Bersama akan dilakukan di kampus C UNAIR dan didapatkan oleh mahasiswa semester satu. "Program ini akan berlaku bagi mahasiswa baru semester satu. Tujuannya untuk meningkatkan karakter ke-UNAIR-an, jati diri kebangsaan, serta menjadi ruang pertukaran ilmu lintas prodi," ujar Prof. Sukardiman.

Selain mempersiapkan program tersebut, UNAIR juga tengah menyeleksi lebih dari 100 mahasiswa untuk mengikuti outbond ke luar negeri. Program outbond ini bertajuk Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan dilaksanakan oleh Kemdikbud.

Terkait program Merdeka Belajar, Prof. Sukardiman berharap agar pandemi segera berakhir karena menurutnya yang menarik dari program ini adalah interaksi sosial, budaya, dan praktik lapangannya. Ia optimis jika pandemi telah usai, partisipannya akan berkali lipat lebih banyak.



Simak Video "Nadiem Ciptakan Kolaborasi Prodi Universitas-Perusahaan untuk Serap Pengalaman"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia