Mempelajari Humanistik Buddhisme Lewat Kelas Online Buddha Dharma

Content Promotion - detikEdu
Minggu, 30 Mei 2021 09:59 WIB
Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia
Foto: Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia
Jakarta - Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia yang merupakan institut agama Buddha di bawah naungan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan untuk pertama kalinya menyelenggarakan kelas online Buddha Dharma dalam Bahasa Indonesia. Program ini ditujukan untuk mereka yang berusia 18-40 tahun dan berminat mempelajari agama Buddha, terutama ajaran Buddhisme Humanistik.

Program tersebut terdiri dari delapan kelas setiap Jumat mulai 28 Mei-16 Juli 2021 dengan materi meliputi riwayat dan ajaran Hyang Buddha, menjadi seorang Buddhis yang baik, mengenal Venerable Master Hsing Yun, Budhisme humanistik, meditasi, Buddha Dharma dan prikologi, dan praktik menyalin sutra.

Kepala Vihara Fo Guang Shan Malaysia, Singapura, Thailand, India, dan Indonesia, Bhiksuni Jue Cheng, menekankan empat poin penting kepada para siswa. Di antaranya lestarikan semangat ajaran Hyang Buddha, menggali kembali ajaran Hyang Buddha di awal pendirian candi Boroboudur dan terjemahan sutra agama Buddha. Selain itu, menumbuhkan semangat ajaran Buddhisme Humanistik, yang dikembangkan oleh Venerable Master Hsing Yun, sehingga dapat maju dan berkembang di Indonesia. Terakhir mempraktikkan Buddhisme Humanistik sehingga dapat berkontribusi secara nyata untuk menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama, dan ras.

Sementara itu, Dekan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan Taiwan, Bhiksuni Miao Nan, secara khusus mengajak mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan untuk berbagi tiga kunci hidup dengan para siswa kelas online Buddha Dharma. Pertama adalah Bhiksu Hui Quan, mahasiswa tahun ketiga dari kelas putra yang berbagi tentang munculnya keberanian dan komitmen setelah mempelajari Agama Buddha. Kunci hidup kedua yaitu belajar melepas dan hidup bahagia dalam kesederhanaan disampaikan oleh Bhiksuni Zhi Min yang merupakan mahasiswi tingkat tiga dari kelas putri. Kunci hidup terakhir adalah memperlakukan semua orang dengan hati yang sama, ini disampaikan oleh mahasiswi tingkat tiga lainnya, Bhiksuni Zhi Neng.

Pembina Institut Dong Zen Indonesia (IDZI), Bhiksu Nirmana Sasana, menambahkan sebagai seorang Buddhis harus memahami Dharma.

"Pelajarilah Dharma dengan dengan baik dan penuh hormat, dan lebih penting lagi bagaimana menerapkan Dharma ke dalam hidup kita. Mempelajari, memahami, dan mempraktikkan Jalan Berunsur Delapan dan Tiga Kebaikan maka kita akan memahami tujuan hidup yang benar dan pada akhirnya dapat menjalani hidup yang baik dan benar," terangnya dalam keterangan tulis, Minggu (30/5/2021).

Menurutnya, ketika berinteraksi dengan orang lain, harus dapat memposisikan diri dan mencoba memahami orang lain dengan sudut pandang yang berbeda serta mempraktekkan 'Tiga Kebaikan'. Di antaranya yaitu berbuat baik, berkata baik, dan berpikir baik sehingga hidup akan lebih tenteram dan bahagia.

Sebagai informasi, sebanyak 96 siswa baru yang sudah lulus terseleksi dari 127 siswa yang terdaftar sebelumnya untuk mengikuti kelas daring itu. Para siswa yang berusia 18 hingga 40 tahun berasal dari tujuh negara di belahan dunia seperti di Taiwan, Malaysia, India, dan Indonesia. Di antara profesi siswa adalah dokter, guru, manajer, desainer, administrator Vihara, pekerja kantor, dan pelajar. (ads/ads)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia