Proyek UMN-Silla University Dapat Hibah 898 Juta Won dari KOICA

Inkana Putri - detikEdu
Senin, 24 Mei 2021 17:04 WIB
UMN
Foto: Dok. UMN
Jakarta - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Silla University mendapat hibah dari The Korea International Cooperation Agency (KOICA) dalam proyek 'The Establishment and Joint Operation of Indonesia-KOICA-4th Industry Revolution (IK4IR) Center' selama tiga tahun. Proyek ini menjadikan UMN sebagai pusat pelatihan tenaga ahli di bidang industri 4.0.

Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono, M.A mengatakan UMN telah bekerja sama dengan banyak universitas di dalam dan luar negeri. Adapun kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dalam mendidik dan meningkatkan kualitas SDM di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.

Wakil Rektor bidang Hubungan dan Kerja Sama Prof. Dr. Muliawati Siswanto, M.Eng.Sc pun menjelaskan terdapat 4 fakultas UMN yang telah bekerja sama dengan universitas di luar negeri. Selain itu, UMN juga menggandeng para industri terkait program magang dan pelatihan.

"Saat ini, UMN mempunyai empat fakultas, yaitu Fakultas Teknik dan Informatika, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Bisnis, juga Fakultas Seni dan Desain, yang bekerja sama dengan universitas-universitas ternama di dalam dan luar negeri, juga bekerja sama dengan industri untuk program magang dan penyedia sertifikat keahlian, seperti Microsoft, Oracle, Huawei, dan sebagainya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Hingga saat ini, UMN juga telah bekerja sama dengan Silla University selama beberapa tahun untuk berbagai bidang akademik. Manajer Global Office UMN, Boby Arinto menyebut sejak pertengahan tahun 2020, Fakultas Teknik Silla University diarahkan untuk bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UMN dalam penyusunan proposal proyek kepada KOICA.

Adapun kerja sama ini dilakukan untuk pusat pendidikan teknik dan pembinaan tenaga ahli untuk revolusi industri ke-4 di Tangerang. Dekan FTI UMN, Dr.Eng. Niki Prastomo, M.Sc pun menyatakan proposal terkait proyek ini telah diterima pada Januari lalu.

"Pada bulan Januari 2021, diinfokan bahwa proposal dengan anggaran total 898 juta won Korea yang diajukan telah berhasil diterima," paparnya.

Dr. Niki menjelaskan KOICA merupakan organisasi pemerintah yang didirikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program bantuan hibah Korea Selatan untuk negara berkembang dengan melaksanakan program pemerintah.

UMNProyek UMN-Silla University Dapat Hibah 898 Juta Won dari KOICA Foto: Dok. UMN

Adapun hibah yang diterima dari KOICA untuk proyek ini antara lain, pembangunan pusat pelatihan teknis revolusi industri ke-4 di lingkungan UMN, pengembangan kurikulum perkuliahan dan silabus. Selain itu, hibah juga meliputi pembangunan pusat infrastruktur fasilitas atau peralatan pendidikan dan dua laboratorium, serta membuat modul kuliah online untuk tingkat Sarjana yang dapat digunakan di masa pasca pandemi COVID-19.

Ia menambahkan pusat pelatihan ini didirikan untuk menghasilkan para spesialis yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang teknologi revolusi ke-4 di Indonesia, terutama di wilayah Tangerang.

"Lebih lanjut lagi, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian SDM dalam smart factory, big data dan cloud engineering yang diperlukan oleh perusahaan lokal Korea. Dalam jangka menengah-panjang, hal tersebut akan memberikan kontribusi yang besar dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia untuk sektor manufaktur dan IT," ungkap Dr. Niki.

Di samping itu, proyek ini juga menjadi implementasi kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia dengan memperkuat 'Kemitraan Strategis Khusus' untuk membentuk konsensus Official Development Assistance (ODA). Nantinya, keberadaan pusat pelatihan, kurikulum, fasilitas, dan modul perkuliahan dari proyek ini dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan, dosen UMN, mahasiswa UMN, dan juga pihak-pihak lain di luar UMN.

Dr. Niki pun menyampaikan mahasiswa FTI UMN juga mendapatkan kesempatan untuk menggunakan pelatihan ini sebagai bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta akses untuk fasilitas, bahan ajar, dan modul perkuliahan.

Terkait proyek ini, UMN juga telah menghadirkan mentor atau instruktur, yakni tim dari FTI UMN yang dikoordinasi oleh Dosen Program Studi Teknik Komputer Aminuddin Rizal, dan Dosen Informatika Alethea Suryadibrata.

"Rekan-rekan dosen tersebut akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu dalam bidang Track Big Data dan The Smart Factory Track. Selain berkoordinasi dengan pihak Silla University dalam hal akademik, pembahasan mengenai fasilitas pelatihan dan laboratorium juga sedang dilakukan," tutup Dr. Niki. (akn/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia