UNS Jawametric: Universitas Leiden hingga Australia Masuk 10 Besar

Bayu Ardi - detikEdu
Kamis, 20 Mei 2021 21:30 WIB
Presiden Jokowi di Universitas Leiden Belanda
Foto: Muhammad Iqbal
Solo - Universitas Sebelas Maret (UNS) Jawametrik menetapkan 10 besar universitas dunia yang dianggap berkontribusi besar dalam pengembangan kebudayaan Jawa. Di antaranya terdapat Leiden University, Belanda dan Australian National University.

Ketua Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS, Sahid Teguh Widodo, mengatakan penghargaan Jawametrik ini digelar untuk pertama kalinya. Penilaian dilakukan berdasarkan 11 kriteria pemeringkatan.

Kriteria tersebut yakni keberadaan institusi kajian Jawa, akademisi kajian Jawa, penelitian kajian Jawa, literatur dan koleksi pustaka tentang kajian Jawa, kolaborasi dan kerja sama yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa, dan acara/kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa.

Kemudian koleksi artefak Jawa, tindakan/aksi yang berkaitan dengan nilai kebudayaan dan norma Jawa, penggunaan bahasa Jawa, pengakuan/penghargaan yang diakui institusi lain yang berkaitan dengan budaya Jawa, dan digitalisasi/adaptasi berbasis teknologi pada kebudayaan Jawa.

"Model pemeringkatan ini berbasis IT yang dirancang secara cermat dan memadai. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan, online visibility, dan kontribusi partisipan dalam mengembangkan 11 kategori itu," kata Sahid dalam jumpa pers di UNS, Kamis (20/5/2021).

Tim sebelumnya telah menentukan 104 institusi pendidikan yang berkontribusi dalam mengembangkan budaya Jawa. Rinciannya, 38 institusi di Benua Amerika, 47 institusi di Asia, 13 institusi di Eropa dan 6 institusi di Australia dan Oceania.

Adapun 10 besar UNS Jawametrik ialah:


1. Universitas Sebelas Maret (UNS)
2. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
3. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
4. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
5. Universitas Indonesia (UI).
6. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
7. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
8. ISI Surakarta
9. Universitas Leiden Belanda
10. Australian National University (ANU)

Terkait peringkat satu yang diraih UNS, Sekretaris PUI Javanologi, Diah Kristina mengatakan belum tentu UNS bisa mempertahankan peringkat di masa yang akan datang. Sebab dia yakin banyak perguruan tinggi yang belum memampangkan prestasinya melalui online.

"Meski memiliki nama besar terkait budaya Jawa, banyak perguruan tinggi yang belum memampangkan koleksi secara online yang bisa dilihat panitia. Saat ini kita harus aware bahwa yang tidak terlihat akan dianggap tidak ada," kata Kristina.

Sementara itu, Ketua Program UNS Jawametrik 2021, Ary Setyawan, mengatakan penilaian ke depan akan juga dilakukan berdasarkan kunjungan langsung. Kali ini hal tersebut tidak dapat dilakukan karena pandemi COVID-19.

Panitia juga berjanji akan terus memperbaiki sistem penilaian Jawametrik. UNS membuka diri menerima masukan dari partisipan Jawametrik.

"Memang kita belum punya landasan yang sangat ilmiah untuk penilaian. Kita ajak partisipan untuk memberi masukan. Kita tidak statis, bukan hanya maunya UNS saja, agar fair," kata Ary.



Simak Video "UNS Solo Gelar Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia