Pakar Gizi IPB Kembangkan Teh Torbangun untuk Atasi Stunting

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 24 Mar 2021 13:03 WIB
Kampus IPB/ipb.ac.id
Guru besar IPB mengembangkan teh torbangun untuk meningkatkan produksi ASI (Kampus IPB/ipb.ac.id)
Jakarta - Permasalahan stunting di Indonesia menarik perhatian salah satu Guru Besar Institut Pertanian Bogor atau IPB dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Muhammad Rizal Martua Damanik. Damanik menggagas inovasi pangan dari daun torbangun yang dapat berperan sebagai stimulan ASI (Air Susu Ibu) .

Untuk diketahui, angka prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Tahun 2019 masih berada pada angka 27,67%. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka stunting di atas 20% merupakan masalah kesehatan dengan kategori tinggi. Permasalahan stunting di Indonesia biasanya dipengaruhi oleh buruknya sanitasi dan kekurangan asupan gizi.

Inovasi yang dikembangkan doktor bidang Human Nutrition dari Monash University, Australia itu yakni mengolah daun torbangun menjadi produk teh dengan nama tortea. Torbangun atau bangun-bangun merupakan tanaman lokal Indonesia yang selama dikenal dapat menjadi stimulan ASI.

"Pengemasan daun torbangun dalam bentuk produk teh ini disesuaikan dengan budaya masyarakat Indonesia. Masyarakat kita cukup terbiasa untuk mengkonsumsi teh. Selain itu produk ini juga terjangkau oleh semua kalangan," kata Rizal Damanik dalam siaran pers IPB, Rabu (24/3/2021).

Meningkatnya produksi ASI pada ibu sekaligus mendorong pemberian ASI eksklusif merupakan langkah awal untuk menurunkan risiko terjadinya stunting. Rizal Damanik bersama tim Torbangun Herb membagikan tortea pada daerah prioritas stunting di Indonesia.

Daerah tersebut diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat dan sekitarnya. Sasaran kegiatan berfokus pada ibu yang memiliki kendala dalam produksi ASI. Selain itu, ibu dengan balita terduga stunting juga menjadi sasaran dalam program ini.

Tortea yang dikembangkan Prof Rizal Damanik bersama Torbangun HerbTortea yang dikembangkan Prof Rizal Damanik bersama Torbangun Herb Foto: Dok. IPB

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung peningkatan pemberian ASI oleh ibu Indonesia pada anak. Hal ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam pencegahan balita stunting. Angka stunting di Indonesia masih tinggi, sehingga gerakan mencegah stunting perlu terus didorong," ujar Rizal Damanik dari IPB.

Beberapa waktu lalu, Rizal Damanik pada ABC Australia mengungkapkan di dunia belahan lain ada juga mengonsumsi daun dengan nama ilmiah Coleus amboinicus Lour ini, tapi bukan untuk meningkatkan jumlah air susu.

Contohnya seperti di Vietnam atau Kamboja, torbangun ini digunakan sebagai obat batuk. Sementara di India, daun yang sangat terkenal di Sumatera Utara ini dipercaya dapat mengobati gigitan ular. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia