Bila Sekolah di DKI Langgar Protokol COVID-19, Murid-Guru Kena Sanksi

Arief Ikhsanudin - detikEdu
Jumat, 21 Agu 2020 09:51 WIB
Seorang guru memberikan arahan kepada murid baru dalam ruangan kelas dengan pembatasan jaga jarak saat simulasi penerapan protokol kesehatan di SMA-1 Banda Aceh, Aceh, Sabtu (11/7/2020). Sebagian SMA/SMK di daerah itu menyatakan siap memulai Proses Belajar Mengajar (PBM) tahun ajaran baru 2020/2021 yang dijadwalkan pada, Senin (13/7/2020), baik secara tatap muka maupun daring dengan penerapan prorokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19, namun hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu keputusan dari pemerintah. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.
Gambar ilustrasi kegiatan sekolah di luar Jakarta selama masa pandemi. (ANTARA FOTO/AMPELSA)
Jakarta -

Sekolah dan institusi pendidikan di Jakarta yang nantinya bakal melaksanakan kegiatan belajar-mengajar harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Bila tidak mematuhi, murid hingga guru bakal kena sanksi.

Hal ini diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang diakses detikcom dari Pemprov DKI, Jumat (21/8/2020).

Pada Pasal 9, terdapat ketentuan mengenai langkah-langkah wajib untuk sekolah yang menggelar kegiatan belajar-mengajar. Pasal ini menggunakan istilah 'sekolah dan institusi pendidikan', artinya sekolah hingga perguruan tinggi wajib mematuhi protokol ini.

Berikut adalah perlindungan kesehatan yang wajib dipatuhi sekolah dan institusi pendidikan:

1. Menerapkan protokol kesehatan
2. Mengenakan masker bagi peserta didik dan tenaga pendidik
3. Melakukan pengukuran suhu tubuh bagi peserta didik dan tenaga kependidikan
4. Mencuci tangan dengan air dan sabun diwajibkan
5. Menerapkan pembatasan interaksi fisik, jarak minimal 1 meter
6. Membersihkan area
7. Melakukan disinfeksi berkala

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia