Sekolah Darurat di NTT Batasi Waktu Belajar akibat Panas dan Debu

ADVERTISEMENT

Foto Edu

Sekolah Darurat di NTT Batasi Waktu Belajar akibat Panas dan Debu

Tripa Ramadhan - detikEdu
Rabu, 21 Okt 2026 10:00 WIB

NTT - Sekolah di Nagekeo, NTT, mengurangi durasi belajar pascagempa karena tenda darurat panas dan berdebu. Siswa kini pulang paling siang pukul 11.00.

Guru menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di SD Inpres Marapokot, Nagekeo, NTT, Selasa (20/10/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo mempersilahkan sekolah-sekolah di wilayahnya untuk memberlakukan pengurangan durasi waktu belajar dari biasanya selesai pukul 13.00 kini menjadi selesai paling siang pukul 11.00 karena kondisi sekolah darurat di tenda pascagempa kurang kondusif dengan panasnya suhu udara dan debu yang beterbangan bila angin kencang berhembus di siang hari. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/app/nz

Guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa di SD Inpres Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pascagempa, kegiatan belajar berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas sekolah darurat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Guru menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di SD Inpres Marapokot, Nagekeo, NTT, Selasa (20/10/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo mempersilahkan sekolah-sekolah di wilayahnya untuk memberlakukan pengurangan durasi waktu belajar dari biasanya selesai pukul 13.00 kini menjadi selesai paling siang pukul 11.00 karena kondisi sekolah darurat di tenda pascagempa kurang kondusif dengan panasnya suhu udara dan debu yang beterbangan bila angin kencang berhembus di siang hari. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/app/nz

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo mempersilakan sekolah mengurangi durasi pembelajaran karena kondisi tenda darurat yang panas dan berdebu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra  

Guru menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa di SD Inpres Marapokot, Nagekeo, NTT, Selasa (20/10/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo mempersilahkan sekolah-sekolah di wilayahnya untuk memberlakukan pengurangan durasi waktu belajar dari biasanya selesai pukul 13.00 kini menjadi selesai paling siang pukul 11.00 karena kondisi sekolah darurat di tenda pascagempa kurang kondusif dengan panasnya suhu udara dan debu yang beterbangan bila angin kencang berhembus di siang hari. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/app/nz

Suasana pembelajaran di SD Inpres Marapokot, Nagekeo. Sekolah-sekolah di wilayah tersebut diperbolehkan memulangkan siswa paling siang pukul 11.00, lebih awal dari jadwal biasanya pukul 13.00, untuk menyesuaikan kondisi sekolah darurat pascagempa. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 

Sekolah Darurat di NTT Batasi Waktu Belajar akibat Panas dan Debu
Sekolah Darurat di NTT Batasi Waktu Belajar akibat Panas dan Debu
Sekolah Darurat di NTT Batasi Waktu Belajar akibat Panas dan Debu

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads