Jakarta - Siswa-siswi Indonesia membawa pulang sembilan penghargaan dari WorldSkills Competition Shanghai 2026. Ini potretnya!
Foto Edu
Keren! Potret Pelajar RI Raih 9 Medali WorldSkills 2026
Rash Asyari Amyris Thalib sempat merasa peluang mendapatkan medali sudah tertutup. Setelah beberapa hari mengikuti kompetisi, ia merasa ada sejumlah hal yang tidak berjalan sesuai harapan. “Saya sempat sudah merasa tidak akan dapat medali. Tapi ternyata setelah pengumuman dan masuk tiga besar, tentunya sangat senang sekali.” Foto: Kemendikdasmen
Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development. Dua medali perunggu diraih Rash Asyari Amyris Thalib pada IT Network Systems Administration. Ia menjalani pelatihan selama enam bulan untuk bidang Software Applications Development. Dalam latihan, Edsel mengerjakan soal-soal baru setiap hari sebagai persiapan menghadapi kompetisi. Edsel mengaku tidak memasang target medali sejak awal. “Dari awal saya tidak berekspektasi untuk mendapatkan. Tapi alhamdulillah saya bisa dapat,” ungkapnya. Foto: Kemendikdasmen
Capaian yang diraih terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medallion for Excellence. Capaian tersebut diraih dalam kompetisi keterampilan yang diikuti peserta dari berbagai negara. Foto: Kemendikdasmen
Pada acara Penyambutan Kedatangan Delegasi WorldSkills Competition (WSC) Shanghai Tahun 2026, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa Indonesia mengirim 20 kompetitor pada 17 bidang, didampingi 17 eksper dan technical delegate. Jumlah tersebut disebut sebagai delegasi terbesar Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan dalam WorldSkills. Foto: Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu’ti pun mengingatkan bahwa capaian di Shanghai tidak boleh dipandang sebagai titik akhir. “Capaian ini bukan akhir dari perjalanan panjang kita untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua dan bukan bagian akhir dari komitmen kita untuk terus mencerdaskan bangsa dan memajukan bangsa dan negara dengan pendidikan dan prestasi yang kalian dapat,” kata Mu’ti. Foto: Kemendikdasmen
Bagi para delegasi, perjalanan di Shanghai telah selesai. Mereka pulang dengan sembilan penghargaan, tetapi juga membawa pengalaman berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman itulah yang selanjutnya dapat dibawa kembali ke sekolah, lembaga pendidikan vokasi, dan lingkungan kerja untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta didik lainnya. Foto: Kemendikdasmen
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
