Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital

ADVERTISEMENT

Foto Edu

Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital

Grandyos Zafna - detikEdu
Jumat, 07 Agu 2026 16:45 WIB

Boyolali - Sejumlah kitab kuno mulai didigitalisasi untuk menjaga warisan pengetahuan sekaligus memperluas akses masyarakat dan peneliti terhadap arsip bersejarah.

Petugas melakukan digitalisasi kitab kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melakukan digitalisasi pengarsipan kitab manuskrip kuno atau naskah kuno dan buku kuno kisaran tahun 1930 hingga 1961 sehingga pengarsipan tersebut diharapkan dapat menjadi arsip digital dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai penambahan ilmu dan bahan penelitian. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Upaya menjaga warisan pengetahuan tertulis dilakukan melalui digitalisasi kitab dan manuskrip kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Petugas melakukan digitalisasi kitab kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melakukan digitalisasi pengarsipan kitab manuskrip kuno atau naskah kuno dan buku kuno kisaran tahun 1930 hingga 1961 sehingga pengarsipan tersebut diharapkan dapat menjadi arsip digital dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai penambahan ilmu dan bahan penelitian. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Seorang filolog terlihat memeriksa dan menunjukkan lembaran kitab kuno dalam proses digitalisasi pengarsipan yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali. Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Petugas melakukan digitalisasi kitab kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melakukan digitalisasi pengarsipan kitab manuskrip kuno atau naskah kuno dan buku kuno kisaran tahun 1930 hingga 1961 sehingga pengarsipan tersebut diharapkan dapat menjadi arsip digital dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai penambahan ilmu dan bahan penelitian. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Naskah yang dialihmediakan tersebut terdiri atas manuskrip dan buku kuno yang diperkirakan berasal dari rentang tahun 1930 hingga 1961. Proses digitalisasi dilakukan sebagai langkah untuk menjaga isi naskah sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat usia dan penggunaan secara langsung.
Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Petugas melakukan digitalisasi kitab kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melakukan digitalisasi pengarsipan kitab manuskrip kuno atau naskah kuno dan buku kuno kisaran tahun 1930 hingga 1961 sehingga pengarsipan tersebut diharapkan dapat menjadi arsip digital dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai penambahan ilmu dan bahan penelitian. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.


Kitab dan manuskrip kuno memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan sekaligus rekaman perjalanan intelektual masyarakat pada masa lalu. Isi naskah dapat menjadi bahan untuk mempelajari berbagai aspek kehidupan, termasuk perkembangan pendidikan, keagamaan, bahasa, dan kebudayaan di suatu wilayah.Β Β ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital
Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital
Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital
Kitab Kuno di Boyolali Mulai Diabadikan dalam Arsip Digital
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads