Permainan Tradisional Jadi Media Belajar Siswa di Sekolah Rakyat Semarang

ADVERTISEMENT

Foto Edu

Permainan Tradisional Jadi Media Belajar Siswa di Sekolah Rakyat Semarang

Tripa Ramadhan - detikEdu
Jumat, 17 Jul 2026 21:00 WIB

Semarang - Siswa Sekolah Rakyat Semarang belajar melalui permainan tradisional. Kegiatan ini mengenalkan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

Sejumlah murid baru mengikuti edukasi permainan tradisional di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menggelar edukasi permainan tradisional bagi 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA untuk mengenalkan serta melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, melatih kemampuan motorik, membangun sportivitas, kerja sama, dan interaksi sosial. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/kye
Siswa mengikuti edukasi permainan tradisional di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik sejak dini.Β ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Sejumlah murid baru mengikuti edukasi permainan tradisional di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menggelar edukasi permainan tradisional bagi 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA untuk mengenalkan serta melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, melatih kemampuan motorik, membangun sportivitas, kerja sama, dan interaksi sosial. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/kye
Sejumlah siswa memainkan permainan tradisionalΒ balap bakiak.Β Permainan tersebut melatih kemampuan motorik, sportivitas, kerja sama, dan interaksi sosial.Β ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Β 
Sejumlah murid baru mengikuti edukasi permainan tradisional di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menggelar edukasi permainan tradisional bagi 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA untuk mengenalkan serta melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, melatih kemampuan motorik, membangun sportivitas, kerja sama, dan interaksi sosial. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/kye
Program ini diikuti 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.Β ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Β 
Permainan Tradisional Jadi Media Belajar Siswa di Sekolah Rakyat Semarang
Permainan Tradisional Jadi Media Belajar Siswa di Sekolah Rakyat Semarang
Permainan Tradisional Jadi Media Belajar Siswa di Sekolah Rakyat Semarang
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads