Jakarta - Puluhan anak TK di Koja antusias belajar jadi "damkar cilik" lewat edukasi seru bersama petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara.
Foto Edu
Anak-anak TK di Koja Heboh Jadi 'Damkar Cilik'
Petugas Pemadam Kebakaran Sektor Koja memberikan edukasi tentang profesi Damkar kepada anak anak TK di kawasan Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026).
Dengan penuh antusias, anak-anak mendekati mobil pemadam sambil mendengarkan penjelasan dari para petugas yang mengenalkan tugas dan tanggung jawab seorang pemadam kebakaran. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang menarik sekaligus edukatif bagi anak-anak usia dini.
Dalam kegiatan itu, petugas menjelaskan berbagai tugas damkar yang tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu penyelamatan saat terjadi bencana maupun keadaan darurat lainnya. Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, para petugas berusaha mendekatkan profesi mereka kepada anak-anak agar tidak merasa takut ketika melihat petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Beberapa anak tampak tersenyum lebar, sementara yang lain penasaran melihat berbagai perlengkapan keselamatan yang dibawa petugas. Momen tersebut menjadi cara menyenangkan untuk memperkenalkan profesi pemadam kebakaran kepada anak-anak.
Anak-anak juga diperlihatkan berbagai perlengkapan yang biasa digunakan petugas saat bertugas, seperti helm, pakaian tahan panas, selang air, hingga alat bantu pernapasan. Para petugas mengajak anak-anak mencoba mengenakan helm pemadam secara bergantian. Gelak tawa dan wajah gembira pun menghiasi suasana ketika mereka merasakan langsung pengalaman menjadi βpemadam kebakaran kecilβ.
Petugas Damkar Sektor Koja mengatakan kegiatan edukasi kepada anak-anak rutin dilakukan sebagai bagian dari pendekatan kepada masyarakat. Mereka berharap anak-anak dapat memahami fungsi pemadam kebakaran dan memiliki kesadaran terhadap bahaya kebakaran sejak kecil. Edukasi ini juga menjadi upaya membangun kedekatan emosional antara petugas damkar dan masyarakat.
Selain mengenal profesi pemadam kebakaran, mereka juga belajar tentang pentingnya keselamatan dan cara menghadapi situasi darurat sejak usia dini. Metode pembelajaran interaktif dianggap lebih mudah diterima oleh anak-anak dibanding hanya melalui teori di dalam kelas.
Menjelang kegiatan berakhir, anak-anak melambaikan tangan kepada para petugas dengan wajah penuh kebahagiaan. Tawa dan semangat mereka masih terasa saat mobil pemadam perlahan meninggalkan lokasi. Di tengah hiruk-pikuk kota, edukasi sederhana itu menjadi pengingat bahwa keberanian, kepedulian, dan semangat menolong sesama dapat mulai ditanamkan sejak usia dini.











































