Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah

Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 06:30 WIB

Jakarta - Paskibra dan Paskibraka 2022 bertugas di berbagai daerah untuk memperingati kemerdekaan RI. Berikut perjuangan pasukan Paskibra Sibulue di lapangan.

Paskibra Sibulue, Bone bertugas di lapangan berlumpur.

Pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menunaikan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih di lapangan berlumpur dengan lintah. Foto: Tiktok/@gurugegeh

Paskibraka Sibulue, Bone bertugas dengan baju berlumpur.

"Tantangannya kemarin karena lapangan yang berlumpur. Belum lagi lintah yang ada di lapangan karena sempat satu kali lintah nempel di kaki saya," kata Pembawa Baki Paskibra Sibulue Andi Tenri Shyva, dikutip dari detikSulsel, Kamis (18/8/2022). Foto: Tiktok/@gurugegeh

Paskibraka berlumpur

Shyva mengaku tidak mudah untuk melaksanakan upacara di lapangan berlumpur. Sebab, kakinya tertahan dalam gundukan lumpur.

"Iya, penuh lumpur. Jangankan baju, muka saja belepotan lumpur dan sebagian sepatu juga tertinggal di lapangan," kata Shyva. Foto: Tiktok/@gurugegeh

Paskibraka Sibulue

Kendala lumpur juga tidak luput dari hujan deras yang terus turun.

"Karena pemerintah juga berusaha untuk memperbaiki lapangan, tapi hujan tidak pernah berhenti, jadi saya selaku pembawa baki tetap ingin mensukseskan hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia walaupun dalam kondisi yang tidak memungkinkan," tuturnya. Foto: Tiktok/@gurugegeh

Paskibraka berlumpur memeluk pelatihnya.

Shyva menuturkan, ia dan pasukannya terharu usai menjalankan tugas. Mereka memeluk pelatihnya selepas upacara.

"Karena kita bisa menyelesaikan tugas negara dengan kondisi yang seperti ini. Juga di samping itu, pelatih kami yang begitu antusias melatih kami, terima kasih," tuturnya. Foto: Tiktok/@gurugegeh

Paskibraka berlumpur

Pembina Paskibra Kecamatan Sibulue Sersan 2 Muhammad Supriadi Tamrin mengatakan, pasukan paskibra hanya memiliki 1 pakaian upacara. Setelah pengibaran, evaluasi, dan istirahat, anggota paskibra mencuci baju masing-masing.

"Basah atau tidak, bersih atau tidak tetap dipakai untuk penurunan bendera, karena pakaian cuman satu. Sepatunya tetap dipakai basah, mau gimana lagi," katanya. Foto: Tiktok/@gurugegeh 

Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah
Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah
Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah
Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah
Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah
Potret Semangat Paskibra Sibulue Bone, di Lapangan Berlumpur dan Berlintah

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT