Abdul El-Sayed Jadi Senator Muslim AS Pertama, Doktor Lulusan Oxford

ADVERTISEMENT

Abdul El-Sayed Jadi Senator Muslim AS Pertama, Doktor Lulusan Oxford

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 05 Nov 2026 18:00 WIB
Democratic candidate for US Senate, Abdul El-Sayed, and his wife, Sarah Jukaku, react on stage after his victory in the US midterm elections, during an Election Night rally, in Detroit, Michigan, US, November 4, 2026. REUTERS/Brian Snyder     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Brian Snyder/Abdul El-Sayed Muslim Pertama yang Memenangkan Kursi Senator AS.
Jakarta -

Politikus Amerika Serikat asal Demokrat, Abdul El-Sayed, menjadi muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS. Ia merupakan keturunan Mesir-Amerika.

Pada acara menonton bersama hasil pemilihan, El-Sayed mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pemilih di Michigan. Ia berjanji akan membawa semangat tekad, keterbukaan, dan welas asih yang sama ke dalam Senat AS.

"Michigan, kita berhasil. Nama saya Abdulrahman Mohamed El-Sayed, dan saya sangat bangga dan merasa terhormat berdiri di sini sebagai senator terpilih Anda dari negara bagian Michigan yang hebat ini," ucapnya, dikutip dari CBS News, Kamis (5/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tak sabar untuk melayani Anda dengan kemurahan hati, keterbukaan pikiran, ketekunan, dan kesungguhan yang sama seperti yang telah Anda tunjukkan kepada saya," imbuhnya.

Abdul El-Sayed tidak datang dari latar belakang politik atau sosial humaniora. Saat diminta menjadi perwakilan lulusan di Universitas Michigan, ia dipuji karena kemampuan berbicaranya yang begitu baik.

ADVERTISEMENT

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, yang saat itu menjadi pembicara di acara wisuda, mendorong El-Sayed untuk mempertimbangkan bidang politik daripada kedokteran.

Dari sinilah perjalanan Abdul El-Sayed dimulai. Simak uraian di bawah ini yang dikutip dari Britannica, LinkedIn, dan situs abdulforsenate.com.

Profil Pendidikan El-Sayed

Lahir dengan nama lengkap Abdulrahman Mohamed El-Sayed, ia menyingkatnya supaya memudahkan teman-teman sebaya menjadi Abdul. Sang politikus merupakan warga negara AS yang lahir dan tumbuh di Michigan.

El-Sayed merampungkan pendidikan tinggi jenjang sarjana di Universitas Michigan dengan jurusan Biologi dan Ilmu Politik pada 2007. Ia lulus dengan kehormatan tertinggi dari Phi Beta Kappa. Untuk mendapatkan capaian gelar kehormatan tersebut, mahasiswa diharuskan memiliki prestasi akademik luar biasa di bidang sains atau seni liberal.

Politikus yang lahir pada 31 Oktober 1984 ini melanjutkan studinya langsung ke jenjang doktoral di Universitas Oxford. Hal ini memungkinkan karena ia merupakan lulusan dengan kehormatan dari Phi Beta Kappa sekaligus penerima beasiswa Rhodes. Ia mendapat gelar doktor filsafat pada 2011 di bidang kesehatan masyarakat.

El-Sayed melanjutkan studinya di kampus yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini ia mengambil gelar dokternya di Fakultas Kedokteran Universitas Columbia di New York, tepatnya Vagelos College of Physicians and Surgeons.

Ia lulus dengan gelar Doctor of Medicine (MD) pada 2014. Di kampus yang sama, ia juga mendapat gelar doktor (PhD) di bidang epidemiologi.

Di AS, memiliki gelar magister bukan bagian dari syarat untuk bergabung dalam program doktoral. Untuk Abdul El-Sayed, hal ini memungkinkan baginya karena prestasinya telah diakui dengan capaiannya mendapat kehormatan tertinggi saat lulus sarjana. Ia pun melanjutkan studi doktoralnya dengan beasiswa Rhodes.

Beasiswa Rhodes sendiri merupakan salah satu skema bantuan pendanaan bagi mahasiswa pascasarjana di Universitas Oxford. Setiap tahunnya, terdapat ribuan pendaftar beasiswa ini, namun jumlah yang diterima kurang lebih hanya 100 mahasiswa.

Abdul El-Sayed menulis esai untuk mendaftar beasiswa Rhodes. Dalam tulisannya, ia menyebutkan bahwa keyakinan muslimnya merupakan kekuatan yang mendorong keinginannya untuk mempelajari kedokteran.

"Agama saya mengajarkan bahwa jika seseorang menyelamatkan satu nyawa, dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia," tulis esai tersebut, dikutip dari Britannica, Kamis (5/11/2026).

Meski telah memiliki gelar dokter dan menyelesaikan studi doktoral di bidang kesehatan masyarakat, El-Sayed tidak menjadi dokter yang melakukan praktik medis. Ia justru beralih ke dunia pendidikan sebagai profesor dan pakar kebijakan kesehatan.

Perjalanan Karier Politik El-Sayed

Pada awal 2025 lalu, seorang Senator Demokrat, Gary Peters, mengumumkan bahwa ia tidak akan melanjutkan jabatannya di tahun berikutnya. Hal ini menjadi pintu pertama bagi El-Sayed untuk mencalonkan diri sebagai senator dari Michigan. Senator ini, jika di Indonesia, mirip dengan posisi Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Demokrat mengadakan pemilihan di Michigan, dengan beberapa kandidat yang berpartisipasi, termasuk Abdul El-Sayed. Ia dipandang memiliki beberapa kesamaan dengan walikota New York, Zohran Mamdani.

Beberapa hal yang disebutkan dalam kampanyenya adalah menetapkan asuransi kesehatan untuk seluruh warga, menghapuskan imigrasi dan penegakan bea cukai (ICE), dan mereformasi pendanaan kampanyenya.

Sebelum mencalonkan diri sebagai Senator, El-Sayed merupakan seorang pejabat publik di pemerintah daerah. Beberapa hal yang pernah dilakukannya saat itu adalah memberikan jaminan kacamata gratis untuk anak-anak, menindak para pencemar terbesar di Michigan, hingga menghilangkan timbal dari sekolah dasar di Detroit.

Ia juga mempelopori program yang akan membatalkan hingga USD 700 juta utang medis untuk 300.000 warga Michigan selama dua tahun. Untuk itu, Abdul El-Sayed mendapat penghargaan sebagai Pejabat Publik Terbaik Tahun Ini yang dipersembahkan oleh Michigan LCV.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads