Enam murid SLB asal Indonesia berhasil menyabet empat medali perak dan dua medali perunggu pada kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 yang digelar di Penang, Malaysia, 21-24 Oktober 2026.
Battle of the Chefs merupakan kejuaraan kuliner internasional bergengsi yang diselenggarakan sejak 1988 di Penang, Malaysia. Pada edisi spesial ke-20, ajang ini menghimpun 2.000 lebih koki dan profesional bidang kuliner asal 20 lebih negara pada sekitar 90 kelas kompetisi di kategori Young Chefs dan Master Chefs.
Para siswa yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di BOTC 2026 terdiri dari:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Jawa Tengah
- Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatra Selatan
- Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Jawa Barat
- Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Jawa Tengah
- Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat
- Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Prestasi dari Cake Dua Tingkat
Delegasi RI untuk Battle of the Chefs (BOTC) 2026. Foto: Dok Kemendikdasmen |
Andi Ismira Aulia menyampaikan, ini merupakan kali pertama ia mewakili Indonesia di kompetisi internasional. Mira, panggilannya, bersama Hepi Zania Zendrato menampilkan kue bertema floral bertingkat dua (two tier cake) dengan hiasan berbentuk keranjang dan ornamen bunga yang mempercantik tampilannya.
Pada kompetisi ini, Mira turut didampingi SLB Negeri Tanjung Selor, Siti Aisa. Keberhasilan ini bagi Mira jadi pengalaman berharga.
"Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan baru," ungkapnya dalam keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dikutip Selasa (27/11).
Ia juga berpesan agar para siswa lainnya se-Indonesia terus mengejar prestasi dan tidak menyerah.
"Tetap semangat, jangan patah semangat, dan terus belajar untuk menampilkan yang terbaik," sambungnya.
Persiapan di Tengah Kabut Asap
Sementara itu, kisah peraih medali perunggu, Dinda Aprillia, disampaikan guru pendamping sekaligus pengajar di SLB Negeri Pembina Palembang, Labora Francisca. Ia mendapati, sang murid menunjukkan komitmen yang sangat kuat sebelum dan selama persiapan lomba, khususnya di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kota Palembang.
Labora bercerita, kendati sedang kabut asap, Dinda tetap hadir di sekolah untuk berlatih dan menyiapkan diri jelang BOTC 2026.
"Pencapaian Dinda tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten. Dinda merasa senang dapat mengikuti kompetisi ini. Selama perlombaan, Dinda membuat kue bertema Tahun Baru Imlek, dengan dekorasi berupa naga dan berbagai ornamen khas perayaan tersebut," tuturnya.
Keberhasilan Dinda bagi Labora mendorongnya untuk terus mendukung pengembangan keterampilan murid berkebutuhan khusus. Sementara itu, ia berharap pengalaman berkompetisi di ajang internasional dapat membuka peluang lebih luas bagi siswanya tersebut, termasuk untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan.
Kemendikdasmen menyatakan, prestasi dan keikutsertaan paras siswa akan diisikan dan dipublikasi pada Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT).
Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka), Rusprita Putri Utami menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Lebih jauh, ia mengatakan ajang tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.
"Keikutsertaan dalam ajang BOTC 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan. Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki," ucapnya, Minggu (25/10).

