×
Ad

Mantan Panglima TNI Widodo AS Sempat Kisahkan Masa Pendidikan, Biak Paling Berkesan

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 25 Okt 2026 13:00 WIB
Foto: Rumah duka mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo AS (Adhfar/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto (AS) dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026). Semasa hidup, almarhum merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL).

Kepala Dinas Penerangan AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul juga telah membenarkan kabar wafatnya Widodo AS.

"Betul," kata Tunggul saat dikonfirmasi pada Minggu (25/10/2026), dikutip dari detikNews.

Widodo AS menduduki sejumlah jabatan penting di lingkaran orang-orang nomor 1 RI terdahulu. Salah satunya, ia sempat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Karier Widodo AS

Widodo AS lulus dari Akademi Angkatan Laut pada 1968. Ia juga menduduki kursi pivot di dalam tubuh TNI AL, sebelum kemudian menjabat sebagai Panglima TNI.

Pada Juni 1998 sampai 17 Juli 1999, Widodo AS menjabat sebagai Kepala Staf TNI AL. Ia lantas dipromosikan oleh Presiden BJ Habibie sebagai Wakil Panglima ABRI pada 1999.

Kemudian pada Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mengangkatnya sebagai Panglima TNI. Jabatan ini diemban sampai Juni 2002.

Usai pensiun dari TNI, Widodo AS menempati posisi Menko Polhukam era Presiden SBY. Jabatan ini ia duduki pada 21 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2009. Widodo AS juga pernah menjadi anggota Wantimpres pada periode kedua kepemimpinan SBY, yakni pada 2009-2014.

Kisah Widodo AS Selama Pendidikan

Widodo AS memiliki dua prinsip utama selama hidupnya, yakni berupaya maksimal dan selalu bersyukur. Untuk prinsip yang pertama, tiap kali memperoleh tugas, ia selalu berusaha melakukannya sebaik-baiknya sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki. Baginya, kinerja prajurit dinilai oleh orang lain, yang dalam hal ini adalah atasan.

"Kita tidak perlu memikirkan hasil apalagi menepuk dada ketika berhasil," ujarnya, saat diwawancarai oleh majalah Jalasena, dikutip dari edisi Nomor 3 Tahun XIII/2023.

Pada prinsip kedua, setiap kali memperoleh penugasan dan perubahan karier, Widodo AS berusaha ikhlas dan bersyukur. Ia juga menceritakan, tidak lupa selalu memohon rida Allah SWT.

"Saya sekolah di AAL, korps pelaut. Pengennya berkarier di kapal. Nyatanya 16 tahun di darat. Saya syukuri saja, terima dengan iklhas. Saya happy, saya enjoy dengan tugas yang diberikan," kata dia.

Kisah Penugasan di Irian

Penugasan ke Irian pada 1980 merupakan ladang penerapan ikhlas dan bersyukur bagi Widodo AS. Selama empat tahun di Biak, ia mendapat pengalaman yang belum tentu didapat di tempat penugasan lain. Selama di sana, ia bergaul dan berkomunikasi dengan banyak pihak.

"Terus terang, penugasan di Biak itu menjadi salah satu tempat pendidikan nonformal terbaik saya," kata Widodo AS saat diwawancarai majalah Jalasena Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) di kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kisah Pendidikan Seskoal di Jakarta

Widodo AS memiliki kisah menarik ketika menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) di Jakarta pada 1984. Ia mengikuti seleksi sebagai salah satu perwakilan perwira TNI AL dari Irian.

Kesebelas perwira tersebut menuju Jakarta menggunakan penerbangan Hercules TNI AU yang setiap pekan menerbangi rute Biak-Jakarta. Sebelum berangkat, Widodo AS bertemu dengan perwira senior yang baru selesai pendidikan Seskoal.

"Biasanya peserta testing Seskoal yang dari Irian, nggak pernah ada yang lulus," komentar perwira senior tersebut.

Komentar tersebut nyaris menjadi nyata karena dari pengumuman hasil testing, yang lulus hanya Widodo AS. Sebenarnya, ketika dinyatakan lulus, ia mendapatkan status 'ticket holder'. Artinya, ia baru akan masuk pendidikan Seskoal pada tahun berikutnya.

Akan tetapi, Pangkowilhan IV ketika itu, Letjen KKO Kahpi Suriadiredja memerintahkan agar Widodo AS ikut pendidikan Seskoal tahun itu juga. Bahkan, ia sendiri yang mengontak Mabesal supaya Widodo AS segera masuk pendidikan Seskoal.



Simak Video "Video: CTARSA & TNI AL Peduli Masyarakat Wilayah Pesisir"

(nah/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork