Dua Akademisi Raih Nobel Bidang Ilmu Ekonomi, Ini Jasanya

ADVERTISEMENT

Dua Akademisi Raih Nobel Bidang Ilmu Ekonomi, Ini Jasanya

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 13 Okt 2026 15:30 WIB
Dua doktor lulusan MIT jadi peraih Nobel 2026 bidang ilmu ekonomi.
(Kiri ke kanan) Hall dan Woodford, dua doktor lulusan MIT jadi peraih Nobel 2026 bidang ilmu ekonomi. Foto: Dok MIT
Jakarta -

Michael Woodford (71) dan Robert E Hall (83) meraih penghargaan Sveriges Riksbank Prize bidang Ilmu Ekonomi, in memory of Alfred Nobel 2026. Kedua sosok akademisi ini tercatat mengajar dan meneliti di kampus Amerika Serikat.

Dikutip dari laman Nobel Prize, penghargaan bidang ilmu ekonomi ini diberikan untuk mengenang Alfred Nobel yang besar hadiahnya sama dengan Hadiah Nobel dan dibayarkan oleh bank sentral Swedia, Sveriges Riksbank. Woodford dan Hall berbagi hadiah yang besarnya sekitar USD 1,2 juta, atau sekitar Rp 21,49 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peraih Nobel Memorial Prize tentang Stabilisasi Ekonomi

Royal Swedish Academy of Sciences memberikan penghargaan ini untuk Woodford sekaligus Hall atas jasanya dalam landasan mikroekonomi dalam stabilisasi makroekonomi.

Keduanya dinilai berjasa dalam menunjukkan bagaimana model ekonomi dapat direkonstruksi untuk menghidupkan lagi kebijakan stabilisasi. Model mereka tidak didasarkan pada hubungan statistik antarvariabel makroekonomi (inflasi, produksi, dan konsumsi), tetapi berdasarkan fondasi mikroekonomi.

ADVERTISEMENT

Dalam hal ini, keseluruhan tindakan dari rumah tangga dan bisnis individu dinilai memengaruhi perekonomian.

Model ekonomi berdasarkan pemahaman mikroekonomi tersebut dinilai membantu bank sentral dan kementerian keuangan di penjuru dunia untuk lebih dapat menstimulasi maupun memperlambat perekonomian pada waktu yang tepat. Dengan begitu, bank sentral dan kementerian keuangan berbagai negara dan wilayah bisa menghindari siklus booming dan krisis panjang, serta menciptakan stabilitas.

Menurut Woodford, karyanya didasarkan pada pandangan bahwa otoritas pemerintah seharusnya tidak hanya melihat stabilisasi ekonomi sebagai sekadar pekerjaan 'menarik tuas'. Ia menekankan, ada peran orang-orang di pasar dan membuat keputusan tentang pengeluaran mereka, dan pemahaman mereka akan kebijakan penting untuk dampak kebijakan itu sendiri.

"Karena itu, menciptakan kerangka kerja yang memungkinkan pemerintah untuk bicara pada masyarakat tentang apa yang mereka lakukan juga penting. Ini salah satu tujuan utama dari upaya mengembangkan kerangka kerja analitis: bukan hanya untuk menerapkannya pada orang-orang, tetapi untuk bicara pada orang-orang itu tentang mengapa pemerintah menerapkannya," ucapnya, dikutip dari laman Columbia.

Sementara itu, Presiden Stanford University, Jonathan Levin, menilai karya Hall menjelaskan hubungan antara perilaku rumah tangga dan perusahaan dengan hasil perekonomian secara keseluruhan.

"Wawasannya telah mengubah cara pemerintah dan bank sentral menanggapi volatilitas ekonomi," katanya, dikutip dari laman Stanford.

Tentang Michael Woodford

John Bates Clark Professor of Political Economy di Columbia University ini dikenal dengan karya utama berupa yaitu risalah Interest and Prices: Foundations of a Theory of Monetary Policy. Karya Woodford tersebut meraih Association of American Publishers Award 2003 kategori Buku Profesional/Ilmiah Terbaik di bidang Ekonomi.

Woodford juga diketahui menulis atau menyunting buku bersama rekan-rekannya. Beberapa karyanya antara lain:

- Tiga volume Handbook of Macroeconomics bersama John B Taylor
- Dua volume Handbook of Monetary Economics bersama Benjamin M Friedman
- The Inflation Targeting Debate bersama Ben S Bernanke
- Buku teks International Macroeconomics bersama Stephanie Schmitt-Grohé dan Martin Uribe.

Woodford juga memimpin Cognitive and Behavioral Economics Initiative di kampus, serta pendiri dan co-director kelompok kerja Behavioral Macroeconomics di National Bureau of Economic Research. Ia juga merupakan salah satu penasihat di Center for Policy Economy dan anggota komite jurusan Ilmu Kognitif.

Woodford saat ini aktif meneliti dampak rasionalitas terbatas terhadap analisis ekonomi, dengan melihat temuan-temuan psikologi kognitif dan ilmu saraf. Dalam studinya, ia menyoroti dampak keputusan yang berdasarkan kondisi mental tidak yang tepat.

Penerima penghargaan Erwin Plein Nemmers Prize in Economics 2024 ini semula meraih gelar AB (bachelor of arts) dari University of Chicago. Ia kemudian merampungkan studi dan merah gelar JD dari Yale Law School, dan PhD in Economics dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Tentang Robert E Hall

Robert and Carole McNeil Endowed Professor in Economics di Stanford University ini merupakan ekonom terapan dengan minat di bidang teknologi, isu ketenagakerjaan, kompetisi, dan kebijakan ekonomi.

Fellow di American Academy of Arts and Sciences, the Econometric Society, dan the Society of Labor Economists ini aktif berdiskusi tentang kebijakan ekonomi nasional AS, termasuk kebijakan moneter dan fiskal, serta kompetisi.

Hall sendiri aktif meneliti tentang tingkat aktivitas dan valuasi pasar modal di ekonomi pasar dan di ekonomi teknologi tinggi, khususnya internet. Ia juga dikenal sebagai pendukung aktif flat tax, yakni kebijakan persentase pajak tetap bagi setiap orang, berapa pun pemasukannya.

Di ranah pemerintah AS, ia dikenal terlibat dalam memberikan nasihat bagi sejumlah lembaga pemerintah mengenai kebijakan ekonomi nasional, termasuk Departemen Kehakiman, Departemen Keuangan, dan Dewan Federal Reserve. Ia juga sempat bertugas di Gugus Tugas Kebijakan Inflasi dan Komite Penasihat Presiden Nasional tentang Produktivitas pada masa Presiden Ronald Reagan.

Sebelum malang melintang di kampus dan pemerintahan, Hall menempuh studi di University of California, Berkeley (BA) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT, PhD) dengan beasiswa federal.

"Saya harap mereka akan menganggap ini sebagai pengembalian investasi yang memuaskan," tuturnya.



(twu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads