×
Ad

Siswa SD RI Borong 61 Medali di Ajang Olimpiade Matematika-Sains Internasional 2026

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 08 Okt 2026 13:00 WIB
Siswa SD berhasil raih 61 medali di IMSO ke-2 tahun 2026. Foto: Kemendikdasmen RI
Jakarta -

Jadi tuan rumah, kontingen Indonesia berhasil memborong 61 medali di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 2026. Raihan ini jadi bukti bila Indonesia tak kekurangan talenta mumpuni di bidang matematika dan sains.

IMSO merupakan ajang olimpiade matematika dan sains internasional khusus murid SD. Dalam pelaksanaan ke-23, Indonesia ditunjuk jadi tuan rumah yang berlangsung pada 2-7 Oktober 2026 lalu.

Pelaksanaan IMSO berlangsung di di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat.

Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra menegaskan ajang ini bukan sekedar kompetisi akademik. Selama bertanding, para peserta juga menunjukkan sportivitas, ketangguhan, dan semangat persahabatan global.

"IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati," tutur Ridwan dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Kamis (8/10/2026).

Ia menyebut para peserta IMSO ke-23 tahun 2026 menjadi duta sains dan matematika. Duta-duta ini diharapkan bisa membawa pengalaman untuk membangun dunia di masa depan.

Daftar Rincian 61 Medali Tim Indonesia di IMSO ke-23

Sains

  • Medali Emas: 2 medali
  • Medali Perak: 14 medali
  • Medali Perunggu: 14 medali

Matematika

  • Medali Emas: 4 medali
  • Medali Perak: 13 medali
  • Medali Perunggu: 14 medali

Capaian IMSO 2026

Selama enam hari pelaksanaan IMSO, ada berbagai kegiatan yang dijalankan. Mulai dari seminar internasional, malam kebudayaan, hingga wisata edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah.

Ajang ini menghasilkan laporan khusus dari sisi akademik, baik bidang sains maupun matematika. Komite Akademik Bidang Sains menyatakan peserta secara umum punya pemahaman yang baik terhadap konsep sains.

Namun, ada beberapa konsep sains yang perlu diperdalam sehingga siswa bisa memahami penerapannya secara lebih luas. Tercatat, sejumlah kekeliruan konsep ditemukan pada materi penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus dan hambatan listrik, penguapan dan kondensasi, serta perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.

Komite Akademik Sains mengapresiasi kemampuan komunikasi dan kerja sama tim peserta dalam tahapan tes eksperimen. Meskipun begitu, komite tetap memberikan catatan khusus lantaran sebagian peserta masih lebih mengandalkan pengamatan dibandingkan menerapkan konsep ilmiah.

IMSO ke-23 disebut sebagai salah satu kompetisi yang paling ketat. Selisih nilai peraih medali perak dan perunggu disampaikan sangat tipis.

Berlanjut ke bidang ilmu matematika, Komite Akademik menjelaskan ada 207 matematikawan muda dari 23 negara berkompetisi dalam ajang ini. Soal yang diujikan dalam bidang lomba ini sangat menantang peserta.

Mereka diuji kelancaran matematis, penalaran logis, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah secara kreatif melalui tiga bagian ujian, yakni isian singkat, uraian, dan eksplorasi.

Hasilnya, data kinerja menunjukkan rerata skor keseluruhan sebesar 24,43 dengan skor individu tertinggi mencapai 65. Tingkat kesulitan soal disebut jauh lebih tinggi dibandingkan IMSO sebelumnya.

Meski lebih sulit, peningkatan perlu dilakukan agar peserta bisa keluar dari zona nyaman dan berhadapan dengan persoalan baru yang menantang.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi menegaskan seluruh peserta IMSO ke-23 tahun 2026 merupakan anak-anak muda yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik.

"Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah meraih prestasi luar biasa dan medali emas. Bagi kami, seluruh peserta adalah anak-anak muda hebat yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik," ujar Didik.

Keberhasilan IMSO diharapkan jadi bahan evaluasi dalam perjalanan belajar matematika dan sains. Dengan begitu, peserta diharapkan bisa semakin lebih kuat, bijak, dan siap menghadapi kompetisi lainnya.



Simak Video "Video: Polisi Kirim Tim Psikolog Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri"

(det/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork