Keren! 2 Siswa SMA Jogja Ikut Olimpiade Sains Nuklir di Arab Saudi

Keren! 2 Siswa SMA Jogja Ikut Olimpiade Sains Nuklir di Arab Saudi

Pasti Liberti Mappapa - detikJogja
Rabu, 05 Agu 2026 11:04 WIB
Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) 2026
Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) 2026. Foto: Dok. INSO 2026
Jogja -

Empat pelajar terbaik mewakili Indonesia di Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) edisi ketiga di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi, yang digelar pada 2-9 Agustus 2026. Dari empat pelajar itu, dua di antaranya dari SMA Kesatuan Bangsa Jogja.

Dilansir detikEdu, Selasa (4/8/2026), empat siswa tersebut akan bersaing dengan pelajar dari sekitar 20 negara lain dalam kompetisi yang secara khusus menguji kemampuan siswa sekolah menengah atas di bidang sains nuklir.

Dalam laman resmi INSO disebutkan, INSO merupakan kompetisi utama dalam sains nuklir untuk siswa sekolah menengah atas. Kompetisi ini bertujuan mendorong keunggulan ilmiah sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi nuklir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ajang ini diselenggarakan di bawah naungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bekerja sama dengan pemerintah tuan rumah dan lembaga mitra. Format kompetisinya mengadopsi model olimpiade sains internasional lain, seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan International Chemistry Olympiad (IChO).

Penilaian INSO 2026 terbagi menjadi dua bagian utama, yakni tes teori dan praktik atau terapan. Tes teori memiliki porsi terbesar dengan bobot 70 persen, sedangkan komponen praktik/terapan menyumbang 30 persen dari total nilai.

ADVERTISEMENT

Dalam tes teori, peserta akan menghadapi lima soal, dengan setiap soal terdiri atas sedikitnya tiga subbagian. Tiap soal harus diselesaikan dalam waktu satu jam, sehingga total durasinya mencapai lima jam.

Tingkat kesulitan soal juga disusun secara bertahap. Peserta akan menghadapi soal dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat dari satu soal ke soal berikutnya. Adapun tes eksperimen berlangsung maksimal 3,5 jam.

Dikutip dari Saudi Press Agency, Sekretaris Jenderal King Abdulaziz and His Companions Foundation for Giftedness and Creativity (Mawhiba), Abdulaziz Al-Karidis, mengatakan INSO 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir kepada generasi muda.

Ia menyebut ajang itu penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi nuklir secara damai, termasuk kontribusinya terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Dikutip dari akun resmi Puspresnas, keikutsertaan Indonesia dalam INSO 2026 merupakan hasil kolaborasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia serta International Nuclear Agency Indonesia (INuA Indonesia) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pelajar yang terpilih mewakili Indonesia memiliki rekam prestasi di berbagai kompetisi sains nasional maupun internasional.

4 pelajar yang mewakili Indonesia:

1. Gusti Komang Abhika Atmaja SMA Kesatuan Bangsa

  • Medali perak International Physics Olympiad (IPhO) 2026 Kolombia
  • Medali perunggu Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 Busan
  • Medali emas, absolute winner, dan best theory Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025

2. Aloysius Gonzaga Duta Setiawan SMA Kesatuan Bangsa

  • Medali Perak International Chemistry Olympiad (ICHO) 2026 Uzbekiztan
  • Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia 2025

3. Faris Patria Chariansyah MAN Insan Cendekia Serpong

  • Medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025

4. Hilmy Lazuardhy Nurramadhan MAN Insan Cendekia Serpong

  • Medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025


(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads