Lima siswa Indonesia baru saja pulang dari Hanoi, Vietnam dengan membawa lima penghargaan dalam ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026. Kompetisi ini diikuti 320 peserta dari 66 negara.
Sebelum menjadi delegasi Indonesia, mereka mengikuti rangkaian seleksi yang dimulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang astronomi. Selanjutnya, para jawara OSN mengikuti pembinaan dan seleksi bertahap hingga didapatkanlah lima siswa tersebut.
Mereka yang berhasil mengharumkan nama Indonesia adalah:
- Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan
- Khalil Azyumardi Abnel dari MAN 1 Pekanbaru, Kota Pekanbaru
- Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas
- Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta
- Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi.
Tiga medali perunggu didapat oleh Zhafif, Khalil, dan Yugo. Bagir memperoleh Honorable Mention. Kemudian, Faiz menjadi pemenang perlombaan poster secara tim dengan karyanya yang bertajuk "VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND."
"Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Kepala Puspresnas, Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, Senin (5/10/2026), dikutip dari Kemendikdasmen.
Menurut peraih perunggu, Zhafif, ajang ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuknya. Tidak hanya berkompetisi, para siswa juga membangun jejaring dengan siswa dari seluruh dunia. Ia juga merasakan perjalanan dari OSN sampai ajang internasional memberi pengalaman yang memperkuat kemampuan dan membentuk karakternya.
"Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya," ujar Zhafif.
Sementara Yugo mengatakan IOAA adalah salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan untuknya.
"Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional," ungkapnya.
Simak Video "Video Astronaut Artemis II Terpukau Lihat Bulan dari Dekat: Banyak Keajaiban"
(nah/nwk)