Memilih buku bacaan anak kian penting di tengah beragamnya pilihan buku saat ini. Di samping memastikan isinya tentang apa, orang tua dan keluarga bisa memilihkan buku berdasarkan struktur, usia, hal yang ditanamkan dalam buku, dan menariknya isi buku untuk dibaca atau dibacakan ke anak berkali-kali.
Hal tersebut disampaikan dosen Universitas Lampung (Unila) sekaligus pendiri Baca Bareng Club, M Ramadhani Sanjaya. Ia mengatakan, langkah-langkah tersebut didasarkan dari metode inspectional reading dari yang diperkenalkan Adler Mortimer J dalam buku How To Read A Book (1940).
"Jadi bukan membaca cepat, tapi membaca untuk memeriksa, walaupun dilakukan secara cepat, supaya kita bisa tahu, ini tuh bukunya pas atau nggak, ini jodoh kita atau nggak gitu ya, setelah kita melihat-lihat," tuturnya pada Children Book Fair (CBF) Stage Indonesia International Bok Fair (IIBF) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Cek Apakah Buku Sesuai untuk Anak
Ramadhani mengatakan, memastikan apakah buku sesuai untuk anak masing-masing dapat dimulai dengan mengenal kebutuhan anak sendiri. Ia menerapkan rumus ANAKC, yaitu Age (usia/tahapan anak), Need (kebutuhan anak saat ini), Attraction (apa yang membuat anak tertarik), Karakter (bagaimana anak biasanya berinteraksi dengan buku), dan Context (buku akan dibaca dalam situasi apa).
Berikut hal-hal yang dapat dicek dalam memilih sesuai rumus tersebut:
Age
- Anak usia berapa?
- Sudahkah anak bisa mengikuti cerita?
- Apakah anak sudah kenal huruf dan angka?
- Apakah anak memahami instruksi?
- Apakah anak sudah bisa mebaca mndiri?
Need
- Apakah ada kebutuhan perkembangan bahasa, motorik, kognitif, atau lainnya?
- Apakah ada kebutuhan terkait fase hidup, seperti masuk sekolah
- Apakah ada kebutuhan terkait emosi, seperti rasa takut, cemas, berpisah, marah, dan lainnya?
- Apakah ada tujuan orang tua untuk membuat anak cinta buku, memiliki nilai tertentu, atau lainnya
Attraction
- Anak suka karena topiknya, aktivitasnya, karakter, atau sensoriknya?
Context
- Siapa yang membaca/membacakan?
- Kapan dan dimana membacanya?
- Berapa lama membacanya?
- Seperti apa kondisi fisiknya, apakah berbahasa isyarat?
Setelah mengenal profil anak, cek juga jenjang membaca anak. Secara umum, jenjang ini terdiri dari penyerap (sponge), pengeja (decoder), penjelajah (explorer), dan pembaca mandiri (scholar).
Kemudian, cek karakteristik buku dan amati yang paling sesuai untuk anak. Karakteristik ini meliputi jenis buku (buku bergambar hingga komik dan novel), format dan material (kain sampai kertas), fitur interaktif, gaya ilustrasi, dan kebutuhan perkembangan anak.
Buku Bagus Belum Tentu Cocok
Sekalipun suatu buku berisi konten yang amat baik atau memiliki pop up besar menarik, Ramadhani mengingatkan buku tersebut belum tentu cocok bagi anak. Ia mencontohkan, ada buku pop up besar yang justru membuat anak takut.
Berkaca dari praktiknya dengan sang anak, ia menuturkan, anaknya punya buku terkait hewan ternak yang dipilih sendiri dan dibaca berulang kali karena tertarik dengan bunyi-bunyi bebek dan hewan lainnya di fitur buku tersebut.
"Kalau bawa anak, bukunya itu dikasih ke anaknya. Dia suka nggak? Dibanting-banting atau gimana? Nah, itu juga jadi indikator buku itu jodoh atau nggak. Jadi, itu ya. Bukunya tadi bisa dibuka, diperiksa," ujarnya.
"Terus kalau ada anak yang ikut, disodorin, jadi perhatiin berapa lama dia bertahan, gitu ya. Karena itu data yang lebih jujur sebetulnya dibanding penilaian kita, kadang-kadang" ucapnya.
Usia Anak Belum Tentu Sama dengan Tahapannya
Sementara itu, ia juga menilai penting untuk menyesuaikan buku dengan tahapan membaca anak, sekalipun tahapannya berbeda dengan (di atas atau di bawah) usia sesungguhnya.
"Patokan ini tuh bukan mengikat ya, jadi bisa aja, anaknya masih pas SD, umurnya 8 tahun, termasuknya (katogori) decoder (pengeja) ya, tapi masih nyaman di sponge gitu, masih suka dibacain sama orang tuanya, ya gapapa gitu ya, ini normal," ujarnya.
Cek Sebelum Beli
Ia menambahkan, sejumlah toko buku juga menyediakan layanan buka buku untuk dicek orang tua karena dapat mengemas ulang buku yang telah dibuka. Layanan ini dapat digunakan orang tua sebelum membeli buku.
Jika buku tidak dapat dibuka atau bersegel, ia menyarankan untuk mengecek dari informasi yang disediakan di sampul depan maupun belakang, serta review dan preview online, seperti di portal Book Access.
Di samping itu, ia menekankan, buku juga tidak harus selalu dibeli. Meminjam buku jadi opsi yang bisa dicoba untuk mengenal buku yang diminati dan cocok untuk anak.
