Sebanyak 20 alumni dan siswa SMK berkompetisi di 17 bidang WorldSkills Shanghai 2026, 22-27 September 2026. Sepuluh di antaranya menyabet 9 medali, termasuk 1 perak, 2 perunggu, dan enam Medal of Excellence.
Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa untuk bidang Software Application Development. Mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Astra (ASTRAtech) ini dibimbing oleh Expert dari Computer Science, Binus Online, Yudy Purnama.
"Saya jujur lega sih setelah mendapatkan medali ini, soalnya dari awal saya tidak berekspektasi untuk mendapatkan medali, tapi Alhamdulillah saya bisa mendapatkan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Edsel pada acara Kedatangan Kontingen RI WorldSkills Shanghai 2026 di kantor Kemendikdasmen, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (29/9).
Cerita Peraih Medali WorldSkills 2026
Pada bidang Software Application Development, kompetitor, sebutan bagi para peserta ajang WorldSkills, ditantang untuk menciptakan sistem baru dan memodifikasi sistem yang sudah ada untuk menyediakan solusi software bagi bisnis besar maupun kecil.
"Kita melakukan proses pembuatan aplikasi mulai dari perencanaan, lalu pembuatan, dan juga penggiat testing aplikasinya," ujar Edsel.
"Penerapannya itu di aplikasi mobile, jadi hasil kita itu aplikasi untuk mobile, untuk android, dan juga desktop," imbuhnya.
Untuk sampai ke tingkat tertinggi WorldSkills ini, Edsel menuturkan, ia sebelumnya menjalani pelatihan selama 6 bulan.
"Tiap harinya itu saya mengandalkan soal-soal baru dan soal dari tahun lalu, dan juga saya juga berkompetisi dengan negara-negara lain untuk latihannya," ucapnya.
Belajar hingga ke Industri
Medali perunggu WorldSkills Shanghai 2026 bidang Restaurant Service diraih Fatima Rani Al Husna Prameswara. Ia tercatat sebagai mahasiswa D4 Pengelolaan Perhotelan, Institut Pariwisata Trisakti.
Para kompetitor bidang WorldSkills bidang Restaurant Service sendiri diuji pengetahuannya dalam layanan makanan dan minuman di restoran maupun hotel. Di antaranya yaitu jenis masakan dan hidangan, bahan-bahan dan gaya memasaknya, metode persiapan dan penyajiannya, alat-alat yang digunakan, dan kualitas pelayanan.
Fatima menuturkan, menuturkan ia dan rekan-rekan juga berlatih di training center hingga di industri.
"Selama ini latihan, kita juga nggak hanya di tempat training center, tapi kita juga diprogram untuk ke industri. Jadi saya sudah berpindah beberapa kali untuk latihan di industri, Karena kalau di restoran service sendiri, kita butuh pengalaman skill yang profesional untuk bertemu dengan tamu-tamu mancanegara, kemudian untuk banyak berkecimpung dengan para manager atau orang-orang yang sudah bekerja di industri," ujarnya.
Baginya, persiapan dan pengalaman tersebut sangat berpengaruh untuk mengembangkan skill dan profesionalitas saat berlaga di Shanghai.
Sempat Down
Adapun medali perunggu WorldSkills Shanghai 2026 bidang IT Network System Administration diraih Rash Asyari Amyris Thalib. Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia ini sebelumnya tak menyangka akan meraih medali lantaran merasa kurang persiapan.
"Saya juga sempat nge-down," tuturnya.
"Ternyata setelah pengumuman dan masuk tiga besar, tentunya sangat senang sekali," tutur Rash.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih Edsel dan rekan-rekan kontingen RI.
"Kami juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan juga atas komitmen saudara-saudara sekalian untuk mengikuti program WorldSkills itu dengan sebaik-baiknya," pada kesempatan yang sama.
Ia berpesan agar aplikasi buatan Edsel ke depannya dapat diproduksi dan dimanfaatkan di dunia usaha dan dunia industri.
"Jangan sampai hanya juara, setelah itu kemudian tidak ada pemanfaatannya di dunia perusahaan dan industri. Jadi istilahnya untuk senang-senang saja," ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan capaian kontingen RI di WorldSkills Shanghai 2026 menunjukkan bahwa siswa dan alumni SMK mampu menembus standar dunia melalui pembinaan dan intensi.
"Pengalaman ini akan langsung didiseminasikan ke ekosistem kejuruan nasional melalui penyelarasan Lomba Kompetensi Siswa atau LKS di Kemendikdasmen, kemudian juga penguatan pusat pelatihan mitra, dan penyusunan Buku Merah Putih di panggung keterampilan dunia," ucapnya.
