Prestasi gemilang kembali ditorehkan seorang anak bangsa sekaligus mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Yoga Ardika Putra. Yoga berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Ia merupakan perwakilan Indonesia dalam nomor men's singles cabang olahraga teqball. Selain sibuk berkegiatan sebagai atlet nasional, Yoga juga kini tengah berkuliah di Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ.
Teqball sendiri merupakan cabang olahraga baru dan masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Olahraga ini menggabungkan elemen sepakbola dan tenis meja dengan permainan dilakukan di atas meja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Baru RI di Cabang Teqball
Prestasi Yoga semakin bersinar karena medali perunggu tersebut menjadi perolehan bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, teqball baru pertama kali dipertandingkan dalam ajang Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya 2026.
Oleh karena itu, Yoga menjadi salah satu atlet Indonesia pertama yang mengukir penghargaan bergengsi dalam bidang tersebut di Asian Games. Pihak dari kampus menyambut dan berbangga dengan perolehan ini.
"Prestasi Yoga Ardika Putra menunjukkan bahwa mahasiswa UNJ memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui bidang olahraga," kata Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Ifan dikutip dari laman UNJ, Minggu (27/9/2026).
Sebelum bergabung ke Asian Games, Yoga juga pernah menyabet juara 1 nomor tunggal putra dan juara 1 ganda campuran pada kejuaraan nasional teqball tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
"Capaian ini menjadi kebanggaan bagi UNJ sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan terhadap mahasiswa yang menjalankan peran sebagai atlet nasional," ujar Ifan.
Perjalanan Yoga Menuju Podium
Perjalanan Yoga meraih perunggu tidaklah mudah. Ia memulai pertandingan dari fase penyisihan Grup B.
Pada fase tersebut, ia berhasil mengamankan dua kemenangan. Mulanya ia menghadapi perwakilan dari Vietnam, Truong Giang Ba. Dalam pertandingannya tersebut, ia menang dengan tiga set berskor 7-12, 12-11, 12-8.
Yoga kemudian melanjutkan performanya dengan mengalahkan wakil Laos, Alisa Phomsouliya, melalui dua set dengan skor 12-5, 12-6. Hasil tersebut mengantarkan Yoga melaju ke fase perebutan medali.
Atlet berusia 21 tahun itu akhirnya mengamankan medali perunggu untuk Indonesia pada nomor men's singles. Capaian ini yang ia bawa pulang untuk Indonesia.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya turut menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan Yoga. Ia berharap pencapaian Yoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa UNJ lain.
"Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi Yoga dalam menjalankan perannya sebagai mahasiswa sekaligus atlet nasional. Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UNJ lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berprestasi, dan membawa nama baik almamater melalui bidang yang ditekuni," ungkap Yasep.
Sementara itu, Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman, turut mengapresiasi keberhasilan Yoga yang menjadi bagian dari prestasi mahasiswa FIP UNJ di tingkat internasional.
"Kami bangga atas capaian Yoga Ardika Putra yang berhasil meraih medali perunggu di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIP UNJ dapat mengembangkan potensi secara optimal dan tetap berprestasi di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa," ujar Aip.
