×
Ad

Perpusnas Rilis Buku Anak-Komik dari Naskah Kuno, Ada Seri Babad Diponegoro

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 23 Sep 2026 12:30 WIB
Kepala Perpusnas dalam Peluncuran Komik Alih Wahana (23/9/2026). Foto: YouTube/Perpusnas
Jakarta -

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meluncurkan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris pada Rabu (23/9/2026). Karya ini memanfaatkan dana hadiah Jikji/Memory of the World Prize UNESCO.

Menurut Kepala Perpusnas, E Aminudin Aziz buku-buku tersebut merupakan salah satu cara memperluas jangkauan khazanah Nusantara kepada dunia internasional.

"Ini menjadi cara kami sebagai Perpustakaan Nasional untuk menjadikan naskah-naskah lama bisa diakses dan dimanfaatkan oleh manusia dunia, bukan hanya orang Indonesia, tetapi juga orang luar," kata Aminudin, dikutip dari Perpusnas.

Di samping itu, pada tahun ini Perpusnas bekerja sama dengan program studi DKV ITB untuk menerbitkan 50 buku anak dan komik yang bersumber dari naskah kuno Nusantara. Buku-buku ini akan menjadi bagian dari program penyediaan bahan bacaan bermutu untuk perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat (TBM), dan Sekolah Rakyat.

Dalam peluncuran buku anak dan komik ini, Aminudin mengatakan akan sedikit sekali manfaatnya jika isi naskah-naskah kuno Nusantara tidak diketahui lebih banyak orang. Berangkat dari tantangan tersebut, pihaknya mengalihwahanakan naskah kuno ke buku anak dan komik supaya dapat dibaca dan dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.

"Nah, alih wahana ini adalah bentuk lain yang kita gunakan sebagai media untuk pemanfaatan naskah itu," kata Kepala Perpusnas dalam Peluncuran Komik Alih Wahana, dikutip dari siaran langsung pada Rabu (23/9/2026).

Program alih wahana ini diselenggarakan secara masif sejak 2024. Sudah ada 125 komik dan bacaan anak berbasis naskah kuno yang diterbitkan sejak 2 tahun lalu.

Dalam konteks ini, alih wahana merupakan penyediaan buku-buku bacaan anak dengan mengalihkan gagasan-gagasan cerita di dalam naskah Nusantara supaya anak-anak mulai mengetahui apa saja yang pernah dilakukan oleh nenek moyangnya.

"Kami meyakini bahwa anak-anak adalah kelompok manusia yang justru harus diberi asupan yang sangat baik dan harus dibina budaya bacanya sehingga ketertarikan untuk membaca justru akan tumbuh ketika usia anak-anak," kata Aminudin.

Semua karya berbasis naskah kuno ini bisa dibaca secara gratis melalui aplikasi iPusnas. Berdasarkan data Perpusnas, sudah ada lebih dari 60 ribu pengguna yang membaca karya-karya yang sudah terbit.



Simak Video "OJK Perluas Literasi Keuangan hingga Ujung Selatan Indonesia"

(nah/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork